1. Home
  2. Berita Terkini

Kategori: Celoteh

Hikayat Idul Fitri dan Jeruji Penjara

Hikayat Idul Fitri dan Jeruji Penjara

Mendung menyambut perayaan hari pertama Idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021 di Banjarmasin. Namun, awan mendung ini tidak sesuram pengalaman pribadi saat merayakan lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah tahun 2020. Lebaran saat raga dihimpit deretan…

Larangan Mudik dan TKA Cina Masuk Indonesia

Larangan Mudik dan TKA Cina Masuk Indonesia

Pemerintahan Jokowi tidak memiliki kepekaan sosial dan merobek-robek sensitivitas warga. Kebijakan ini sungguh tidak bijak. Ini kebijakan di luar nalar akal sehat. Dualisme Kebijakan itu telah menimbulkan kemarahan rakyat yang merasakan diperlakukan tidak adil di…

Nasib Situs Benteng Oranje Nassau

Nasib Situs Benteng Oranje Nassau

Sejarawan Nugroho Nur Susanto dari Balai Arkeolog Kalimantan Selatan menyebut benteng Oranje Nassau sebagai situs tertua bersejarah di Desa Pengaron, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar. Diduga situs tertua di Indonesia, benteng Oranje Nassau yang didirikan pada tanggal 28 September 1849 itu tidak terawat. “Ya, mas. Temuan kami bahwa benteng Oranje Nassau diresmikan pada tahun 1849 dan Perang Banjar meletus pada tahun 1859. Dibanding lebih tua daripada Sawah Lunto di Sumatera Barat, pada tahun 1870 dan baru beroperasinya di tahun 1900-an,” kata Nugroho Nur Susanto kepada wartawan Banjarhits.id, pada Minggu (2/2/2020). Nama tambang itu diambil nama Dinasti (Wangsa) yaitu Oranje Nassau di Belanda. Berdasarkan catatan sejarah De Loos pada tanggal 28 September 1849, Gubernur Jenderal Rochussen datang ke Pengaron di wilayah kerajaan Banjar untuk meresmikan tambang batubara pertama di Indonesia. “Ada dua lokasi bersejarah tentang benteng Oranje Nassau di Pengaron. Pertama, terkait tambang batubara yang daerah eksplorasi di Gunung Pagaran. Sedangkan, benteng Pengaron terkait peristiwa pengepungan pejuang Banjar sebagai situsnya, ada di sekitaran Polsek yang kini telah tertimbun tanah,” kata Nugroho. Menurut Nugroho, situs Oranje Nassau secara intensif diteliti sejak tahun 2005-an. Kemudian, penelitian dilanjutkan oleh Balai Arkeologi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Banjar, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Samarinda dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak pada tahun 2012 – 2017.  “Sejak tahun 2014, ada Jupel (Juru Pelihara) situs 2 orang. Dan tahun 2017 di desa Pengaron, berusaha membuat situs ini menjadi tempat Wisata Sejarah. Namun disayangkan, pra-sarana wisata trak dan jalur rusak akibat musim hujan. Ini perlu menjadi perhatian pemerintah,” kata pria kelahiran 1969 itu. Nugroho berkata, objek wisata sejarah ini telah diperkenalkan ke MGMP Sejarah dan para guru sering berkunjung dengan siswanya. Saat dilokasi, dia menyayangkan situs bersejarah Oranje Nassau tidak terawat dan semakin rusak oleh kepentingan sebagian orang. “Kami berharap kerjasama lembaga terkait untuk mengembangkan wisata sejarah ini. Album (sebelum) semua habis dieksplorasi alamnya. Nilai penting situs ini adalah tambang batubara pertama di Indonesia,  kedua yaitu lokasi awalnya Perang Banjar,” pungkasnya. Pemerhati sejarah Norpikriadi berkata, keberadaan tambang Oranje Nassau dianggap penting merupakan sebagai tambang batu bara pertama di Hindia Belanda (Nusantara).…

Catatan Kritis Pilrek: Uniska Dalam Lingkaran Oligarki

Catatan Kritis Pilrek: Uniska Dalam Lingkaran Oligarki

Transisi demokrasi yang terjadi di Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Kota Banjarmasin terkait Pemilihan Rektor (PILREK) pada 5 April lalu, telah menorehkan sejarah duka bagi civitas akademika Uniska. Transisi demokrasi itu sebagai refleksi dari akumulasi praktik…

Manifesto: banjarhits Reborn

Manifesto: banjarhits Reborn

Sobat pembaca, situs banjarhits.id dalam platform kumparan.com/banjarhits resmi ditutup sejak 20 Maret 2020 seiring pemutusan kontrak kerjasama banjarhits.id dan kumparan.com. Penutupan banjarhits.id merespons sengketa karya jurnalistik yang tengah bergulir di Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan. Polisi…

PSU, Ruang Publik, dan Kewarasan Demokrasi

PSU, Ruang Publik, dan Kewarasan Demokrasi

Fenomena menggelikan setelah keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai perlunya Pemilihan Suara Ulang (PSU) di Kalimantan Selatan. Seiring keputusan MK itu gemuruh kampanye gelap telah mewarnai ruang publik secara bebas tidak terbendung lagi. Ruang publik…

Abu-abu Penegakan Hukum Dalam Jerat UU ITE

Abu-abu Penegakan Hukum Dalam Jerat UU ITE

Menyimak perkembangan isu hukum akhir-akhir ini, selain masalah korupsi dan narkoba yang masihh seksi saat ini, maka tidak kalah seksinya adalah masalah pro dan kontra penerapan UU ITE, terutama dalam lingkup kasus-kasus yang dianggap ada…

Menanti Terdakwa Lain Kasus Dugaan Korupsi GORR

Menanti Terdakwa Lain Kasus Dugaan Korupsi GORR

KASUS pengadaan tanah pembangunan jalan lingkar dari Bandara Jalaludin Gorontalo menuju Kota Gorontalo semakin menarik untuk diurai. Betapa tidak, kasus yang merugikan negara berkisar 43,2 milyar itu mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Gorontalo. Beberapa saksi…

Keberhasilan Duet Sahbirin Noor – Rudy Resnawan Memimpin Kalsel

Keberhasilan Duet Sahbirin Noor – Rudy Resnawan Memimpin Kalsel

MASA tugas Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, resmi berakhir Jumat 12 Februari 2021. Tak terasa telah lima tahun keduanya bekerja, berkarya dan berinovasi dalam memimpin banua sejak dilantik Presiden Jokowi…

Sumber Daya Alam: Berkah atau Kutukan?

Sumber Daya Alam: Berkah atau Kutukan?

Perdebatan teoritik dikalangan akademisi mengenai ketergantungan suatu negara tehadap sumber daya alam (SDA), khususnya pada industri ekstraktif, telah menjadi perdebatan klasik dan menarik. Perdebatan teoritis itu, mengerucut pada tiga perspektif teoritik, yaitu; Natural Resources Curse…