Vinkmag ad

Perbedaan di Internal PPP Harus Diakhiri Lewat Islah

Tokoh PWNU Kalsel dan Sekretaris MUI Kalsel, Nasrullah, S.Pd, S.H.

Saya berusaha objektif. Pemberhentian Suharso Monoarfa dari Ketua Umum DPP PPP tidak lain buntut dari pidato saat acara dengan lembaga anti rasuah KPK yang sumo mengatakan bahwa kalau ketemu Kiai harus kasih amplop.

Karena kalau tidak, maka dirasa hambar. Tentu ini memang tidak elok untuk diungkapan, dan sangat berdampak sekali bagi PPP, bahkan jika dipermasalahkan secara hukum bisa dikatakan menista ulama.

Pernyataan Suharso ini memang menyita perhatian publik karena beliau adalah figur publik ketua umum partai dan menteri Bapenas RI. Wajar jika ada reaksi publik, baik eksternal maupun internal, khususan internal partai yaitu DPP dan DPW PPP.

Kondisi ini disayangkan oleh para Kiai dan dan sipatisan partai di grassroot level. Sehingga akibat dari pernyataan beliau tersebut, ada rangkaian peristiwa di internal partai penunjuk Murdiono sebagai Plt Ketua Umum PPP di mukernas yang sama bobotnya dengan penunjukan Soharso Monoarfa dulu di mukernas. Bahkan lebih berbobot karena ada instrumen hukum yang mengaturnya dalam regulasi partai.

Kemudian muncul perlawanan Suharso melalui rapat pengurus harian untuk menganulir hasil Mukernas. Maka secarat hirarkis permusyawaratan di internal PPP maka jauh legitimit Mukernas dari pada rapat PH.

Untuk mengakhiri tulisan ini ada ungkapan menarik, lidah memang tidak bertulang, kecil bentuknya namun besar akibat dan mulut harimaumu.

Penulis: DR. (Cand)Hukum tata Negara ULM H.Nasrullah, AR.S.Pd.I.SH.MH

Vinkmag ad
Bagikan ini :

Read Previous

Revolusi Hijau Dishut Kalsel Raih Juara 1 Kalsel Inovasi Award

Read Next

Perbanyak Ibadah kepada Allah SWT saat Bulan Safar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular