Vinkmag ad

Perhutanan Sosial Tiga KPH di Kalsel Dibahas

Kepala Dishut Kalsel Fatimatuzzahra membahas perhutanan sosial, Selasa (2/8/2022).

Dinas Kehutanan Kalsel Gelar Forum Group Discussion (FGD) Investasi Hijau Untuk Perhutanan Sosial pada 3 Wilayah KPH di Hotel Novotel Banjarmasin Airport, Selasa (2/8/2022).

KPH tersebut ialah KPH Balangan, KPH Cantung dan KPH Tabalong. Kegiatan FGD yang mendapat dukungan teknis dari GGGI Indonesia ini bertujuan untuk mendorong perkembangan perhutanan sosial termasuk mengusahaakan potensi pembiayaan hijau, membangun model bisnis untuk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) serta meningkatkan kapasitas kelompok perhutanan sosial dan kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS).

Kegiatan FGD tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Fathimatuzzahra, dan dihadiri oleh seluruh pejabat Bidang PMPPS Dishut, pejabat 3 KPH terkait, UPT KLHK, Ketua Kelompok Perhutanan Sosial 3 KPH terkait, Tim Studi Perhutanan Sosial Program Kerjasama Pertumbuhan Hijau PKS ULM, serta Tim GGGI Indonesia.

Dalam sambutannya, Fathimatuzzahra menyampaikan bahwa kegiatan diskusi investasi hijau perhutanan sosial merupakan pemaparan dari hasil kajian/analisis awal, dengan harapan didapatkan masukan dan data tambahan dari pemangku kepentingan, dalam rangka peningkatan kapasitas HHBK pada KUPS di wilayah KPH terpilih.

“Kami sangat mengharapkan peran aktif semua pihak sehingga dapat bersinergi dalam menyusun startegi dan rencana tindak lanjut kegiatan peningkatan HHBK pada KUPS model, maupun seluruh KUPS HHBK di wilayah Kalimantan Selatan,” kata Fathimatuzzahra.

Marcel Silvius selaku Kepala perwakilan GGGI dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat memberikan kontribusi terhadap komitmen dukungan berkelanjutan isu perubahan iklim dan lingkungan di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

“Terkait dengan pendampingan kegiatan studi investasi dan HHBK serta potensi pendanaan hijau pada wilayah perhutanan sosial di tiga KPH, kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap komitmen dukungan berkelanjutan isu perubahan iklim dan lingkungan di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencapat target FOLU Net Sink 2030 secara khusus serta ambisi Indonesia untuk NDC secara umum,” ucap Marcel Silvius.

Acara dilanjutkan paparan yang dilakukan secara bergantian oleh Kepala BPSKL Wilayah Kalimantan Nurhasnih tentang Kebijakan Perhutanan Sosial, kemudian paparan tentang Perkembangan Perhutanan Sosial di Kalimantan Selatan oleh Kabid Pemberdayaan Masyarakat Penyuluh Perhutanan Sosial (PMPPS) I Gede Arya Subhakti dan yang terakhir mengenai Kajian Lapangan Survey Perhutanan Sosial di tiga KPH oleh perwakilan GGGI Heri Indrawan.

Dari FGD Investasi Hijau Untuk Perhutanan Sosial pada 3 Wilayah KPH ini nanti selanjutnya akan direncanakan tindak lanjut pengumpulan hasil kajian-kajian yang didapat ke Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel agar kemudian bisa dibuat data penghasilan untuk KUPS yang bisa dicantumkan dalam idikator kinerja Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

Read Previous

Gubernur Kalsel Minta ASN Berkontribusi Membangun Banua

Read Next

Balangan Meraih Penghargaan Kota Layak Anak 2022

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular