Seorang Pedagang di Kotabaru Diputus Bebas soal Sengketa Dagang

Tim kuasa hukum dari H. Bahani di PN Kotabaru.

Setelah menjalani persidangan yang memakan waktu cukup lama di Pengadilan Negeri Kotabaru, H. Bahani alias H. Jimi Bin Alm H. Madli hingga diputus bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kotabaru melanggar Pasal dalam Dakwaan Kedua Alternatif Jaksa Penuntut Umum yaitu Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) huruf i UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sebagaimana Putusan Nomor 94/Pid.Sus/2021/PN Ktb tanggal 6 Oktober 2021 oleh Meir E. Batara Randa, S.H., M.H., selaku Hakim Ketua dan Masmur Kaban, S.H., serta Noorila Ulfa Nafisah, S.H. sebagai Hakim Anggota.

“Dalam putusannya H. Bahani dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memperdagangkan barang yang tidak memuat label penjelasan barang dan dijatuhi pidana denda sejumlah Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan, serta menyatakan barang bukti berupa 56 minyak rem merk miyako, 37 kotak filter udara merk SGP, 18 kotak fuel filter tipe F 1802, 8 kotak fuel oli type c 1208, 11 kotak fuel oli type c 1539, 6 kotak fuel oli type c 1804, 5 kotak fuel filter tipe f 1304, 3 kotak fuel filter tipe c 1011, 5 kotak fuel filter tipe fc 1803, 6 kotak fuel filter tipe c 1113-3, 2 kotak fuel filter tipe fc 1804, 11 pasang kaca spion merk HTS, 3 pasang kaca spion merk emgi, 13 pcs brake pad merk kamakura, 30 pcs lampu merk mercury, 40 pcs lampu merk H3, 50 pcs lampu merk mcr, 5 pcs bearings merk koyo tipe 6313ZZCM, 2 pcs bearings merk koyo tipe 6313ZZC3, 2 pcs bearings merk koyo tipe 32311,” tulis pengacara Hafidz Halim lewat siaran pers ke banjarhits.com, Sabtu (18/12/2021).

BACA JUGA  Covid-19 Bertambah Lagi 8 Orang di Batola

K9704, 9 pcs bearings merk NSK tipe TK45-4BU3UN3S, 4 pcs bearings merk NACHI tipe 30BC07SINR, 1 pcs bearings merk NACHI tipe 50SCRN44O-2, 1 pcs bearings merk NSK tipe 35BWD01CCA38, 2 pcs bearings merk NSK tipe M30-8CG32, 2 pcs bearings merk NSK tipe M30-6, 2 pcs bearings merk NSK tipe TAG45-1, 1 pcs bearings merk NSK tipe M35-2-A, 2 pcs bearings merk NACHI tipe P1-35BCD08S6, 2 pcs bearings merk NSK tipe 48TKA3210, 6 pcs bearings merk KOYO tipe 30306JRYA, 3 pcs bearings merk NACHI tipe 6006, 6 pcs bearings merk KOYO tipe 63/28, 3 pcs bearings merk NTN tipe JPU60-260, 3 pcs bearings merk KOYO tipe 63/32, 10 pcs bearings merk ZENKU tipe 6201-2RS, 4 pcs bearings merk NACHI tipe 30BC07SINR, 2 pcs bearings merk NSK tipe 407, dan 3 pcs bearings merk KOYO tipe 6212ZZC3 GA2 untuk dimusnahkan, selanjutnya menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp. 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah).

Menurut Halim, tutusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kotabaru menguatkan pasal dari Jaksa Penuntut Umum. Namun terkait pidana denda dan kurungan hanya lebih rendah dari tuntutan, dimana Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kotabaru menuntut lebih tinggi yaitu meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana denda Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka akan diganti dengan menjalani pidana kurungan selama 6 bulan pada tanggal 15 September 2021 sebelumnya.

Sehingga oleh karena dengan pembelaan atau pledoi yang diajukan oleh penasehat hukumnya, namun tidak dipertimbangkan sedikitpun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kotabaru, sehingga H. Bahani melalui Kuasa Hukumnya M. Hafidz Halim, S.H. dan rekan menyatakan dan mengajukan memory banding ke Pengadilan Tinggi Banjarmasin pada tanggal 26 Oktober 2021.

BACA JUGA  BPD di Batola Diminta Tegur Kades Jika Menyimpang

Setelah lama menunggu beberapa waktu, pada Jum’at (17/12/2021) tim Kuasa Hukum dari H. Bahani menerima berkas Putusan Pengadilan Tinggi Banjarmasin nomor 216/PID.SUS/2021/PT BJM tanggal 7 Desember 2021 dari tangan Muhammad Idrus selaku Juru Sita Pengganti.

Tepat saja sebagaimana prediksi Pengacara Muda M. Hafidz Halim, S.H. yang didampingi rekannya M. Subhan, S.H.I., M.H., Rahmat Silawijaya, S.E., S.H., Hamisah, S.H., Dedi Ramdhany, S.H., Amiruddin, S.H., dan Herpani, S.H. beberapa waktu lalu kepada awak media bahwa mereka meyakini Putusan Pengadilan Tinggi Banjarmasin akan merubah Putusan Pengadilan Negeri Kotabaru dikarenakan tim hukum menguraikan normatif hukum implementasi dari UU ke Peraturan Menteri Perdagangan dan telah melampirkan 3 putusan dengan kasus yang sama atau Yurisprudensi yang sudah Inkracht.

Alhasil H. Bahani terbukti tidak bersalah sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan Putusan Pengadilan Negeri Kotabaru sebelumnya, melalui Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Banjarmasin pada hari Selasa tanggal 7 Desember 2021 oleh Ira Satiawati, S.H., M.H. selaku Ketua Majelis Hakim Tinggi Banjarmasin, Viktor Pakpahan, S.H., M.H. dan Sigit Sutanto, S.H., M.H. selaku Hakim Tinggi Anggota membacakan putusan sidang terbuka dengan isinya menyatakan H. Bahani Als H. Jimi bin Alm. H. Madli bukanlah merupakan suatu perbuatan tindak pidana (ontslag van alle rechtsvervolging), melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum dakwaan alternative kedua, memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan kedudukan dan harkat serta martabatnya, selanjutnya menetapkan barang bukti dikembalikan kepada H. Bahani Als. H. Jimi sebagai pihak yang paling berhak, selanjutnya membebankan biaya perkara untuk kedua tingkat peradilan kepada Negara.

Hafidz Halim ketika dikonfirmasi mengatakan, Alhamdulillah Putusan Pengadilan Tinggi Banjarmasin memberikan angin segar tidak hanya kepada H. Bahani namun juga kepada para pelaku usaha lainnya. Dimana sebelum adanya putusan ini mereka para pedagang sangat takut bersentuhan dengan hukum terkait label berbahasa Indonesia.

BACA JUGA  Anti Politik Uang Kalsel Kecam Perusakan Spanduk

“Maka seharusnya Dinas Perdagangan harus turun memberikan edukasi, sosialisasi, pendekatan dan pembinaan kepada Para Pelaku Usaha tentang barang-barang mana saja yang seharusnya dicantumkan label berbahasa Indonesia tersebut,” ujar Hafidz Halim.

Lanjutnya, dari beberapa pedagang yang mengetahui putusan ini mereka mengucapkan apresiasi kepada kami dan mereka sepakat akan membentuk Payung Hukum Para Pelaku Usaha agar kami dapat melakukan kegiatan yang sifatnya edukasi kepada mereka.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

PWNU Kalsel Aspirasikan KH Said Aqil Pimpin PBNU Lagi

Read Next

Jelang Nataru, Pelabuhan Bagendang Susun 7 Rencana Aksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *