Di Balangan, Ini Sanksi ASN yang Tidak Vaksin Covid

Sekretaris Satgas Covid-19 Balangan, H Rahmi.

Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 58 Tahun 2021 masih menempatkan Kabupaten Balangan berada dalam status PPKM Level 3. Hal ini diungkapkan langsung oleh pelaksana tugas Kepala BPBD Balangan merangkap Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Balangan, H Rahmi.

Imendagri ini berlaku mulai tanggal 9 sampai 22 November. “Salah satu alasan Balangan masih berada dilevel 3 dikarenakan persentase vaksin masih dibawah standar, sebenarnya grafiknya naik cuman percepatannya masih lemah, sehingga belum mencapai target yang ditetapkan,” ujar H. Rahmi.

Menurut dia, penilaian pada 8 November persentase vaksinasi Balangan masih di bawah 40 persen yakni hanyak 37 persen.
Namun setelah seminggu, penilaian angka persentase vaksinasi sudah mencapai 40 persen, dan ke depannya akan terus meningkat.

“Sehingga nanti diharapkan saat penilaian status PPKM Balangan akan turun. Saat ini sampai akhir tahun kami berkonsentrasi untuk mempercepat vaksinasi untuk mencapai target 70 persen,” ungkap Rahmi.

Untuk mencapai target tersebut, tim Satgas Covid-19 sudah melakukan rakor dengan Sekda untuk mempertegas kebijakan bagi sasaran dan fokus mempercepat dan mempertajam giat vaksinasi.

Terkait kebijakan, ujar H Rahmi, pemerintah mengeluarkan surat edaran bagi empat sasaran vaksinasi yaitu ASN dan non ASN, pendidik dan pelajar, aparat desa dan BPD, RT-RW, serta masyarakat penerima manfaat.

“Untuk ASN dan Non ASN saat ini sudah didata berapa yang sudah vaksin dan yang belum. Apabila tidak bervaksin maka ada beberapa dampak yang diberikan seperti ditunda pembayaran tunjangannya, yang non ASN ditunda insentifnya jika tanpa alasan yang dibenarkan,” jelasnya.

Kemudian lanjutnya, untuk pendidik dan pelajar bagi yang belum bervaksin ada kebijakan tidak boleh melaksanakan PTM. Sementara itu bagi aparat desa, BPD, RT dan RW yang belum bervaksin ada kebijakan untuk ditunda insentifnya. Alternatif lain bisa berdampak terhadap besaran dana desa, dan untuk tugas keluar daerah tidak diizinkan.

BACA JUGA  Nasib Situs Benteng Oranje Nassau

“Yang terakhir bagi masyarakat penerima manfaat sampai akhir tahun sudah mulai disyaratkan untuk menerima bantuan, bagi yang tidak bervaksin dikarenakan alasan yang dibenarkan tidak jadi masalah,” kata Rahmi.

Dengan kebijakan dan sasaran yang telah dirumuskan diharapkan hingga akhir tahun nanti vaksinasi bisa mencapai 70 persen sehingga melebihi target yang ditetapkan. Ia berharap herd immunity di masyarakat lebih kuat dan terhindar dari covid-19.

“Yang terpenting juga prokes tetap terus dilaksanakan dan dijaga terutama selalu memakai masker dan bervaksin,” pungkasnya.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

Didi Juaidinnoor

Read Previous

UMKM Balangan Diharapkan Berkembang

Read Next

Bybit Jadi Sponsor Utama Timnas Argentina

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *