Banjir Kalteng, Aktivitas Pelabuhan Bagendang Masih Normal

Tumpukan petikemas di Pelabuhan Bagendang, Sampit.

Bencana banjir besar mengepung sebagian kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah dalam tiga hari terakhir, seperti Kabupaten Katingan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kota Palangkaraya. Banjir melumpuhkan aktivitas masyarakat dan arus transportasi darat.

Menurut General Manager PT Pelindo (Persero) Pelabuhan Bagendang Sampit, Akhmad Fajar, bencana banjir berdampak terhadap aktivitas angkutan logistik yang melintasi Trans Kalimantan ruas Kasongan – Kereng Pangi, Provinsi Kalimantan Tengah.

“Sementara jalur Kasongan ke Kereng Pangi masih dilakukan buka tutup. Beberapa angkuta logistik malam tadi tidak ada giat yang melintasi jalur tersebut. Info pagi ini jalan lintas Kereng Pangi ke Kasongan putus,” ucap Akhmad Fajar kepada banjarhits.com, Senin 15 November 2021.

Namun, kata Fajar, aktivitas Pelabuhan Bagendang berjalan normal. “Di Pelabuhan Bagendang untuk giat petikemas masih normal. Demikian juga kegiatan angkutan truk yang menggunakan jasa kapal roro di Pelabuhan Sampit,” lanjut Akhmad Fajar.

Pihaknya masih melihat efek dari bencana banjir di Kabupaten Katingan selama sepuluh hari. Menurut Fajar, hal ini untuk merespons apakah ada komplain dari pengguna jasa distribusi logistik atau tidak.

“Nanti dilihat efeknya dari banjir di Kabupaten Katingan ini sekitar sepuluh hari. Apakah ada komplain dari pengguna jasa terkait distribusi logistik,” kata Akhmad Fajar.

Menurut dia, banjir parah yang menggenangi jalan Trans Kalimantan tersebut sejak Jumat, 12 November 2021. Fajar menerima laporan bahwa beberapa jembatan dan saluran air jebol yang berada di perlintasan Jalan Kasongan – Kereng Pangi.

PT Pelindo (Persero) Pelabuhan Bagendang di bawah area kerja PT Pelindo (Persero) Regional Kalimantan. PT Pelindo sebagai BUMN operator pelabuhan terbesar di Indonesia.

Jalan Trans Kalimantan putus di Desa Kasongan Baru, Kecamatan Katingan Hilir pada Senin, 15 November 2021.

Sebanyak 22 desa di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) terendam banjir. Hal ini dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir. Ada 8 kecamatan yang terdampak banjir di antaranya Kecamatan Tualan Hulu, Mentaya Hulu, Cempaga Hulu, Kota Besi, Parenggean, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, dan Cempaga. Sebanyak 576 kepala keluarga terdampak banjir.

BACA JUGA  Update Covid-19 Batola: 6 Sembuh dan 26 Aktif

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan mencatat tujuh kecamatan terdampak banjir per Jumat (12/11/2021). Ketujuh kecamatan tersebut ialah Kecamatan Katingan Hulu, Kecamatan Marikit, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kecamatan Katingan Tengah, Kecamatan Pulau Malan, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, dan Kecamatan Katingan Hilir.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Terlibat Pemerasan, 48 WNA Cina Ditangkap Polri

Read Next

YACI Balangan Usung Madu Meratus saat Munas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *