Fasilitas Baru Lapangan Petikemas Bagendang Dioperasikan

Peresmian lapangan petikemas di Pelabuhan Bagendang, Kotawaringin Timur.

PT Pelindo (Persero) Pelabuhan Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengoperasikan fasilitas lapangan penumpukan Petikemas seluas 1 hektar di Pelabuhan Bagendang. Peresmian fasilitas petikemas ini pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Menurut General Manager PT Pelindo (Persero) Pelabuhan Bagendang, Akhmad Fajar, fasilitas ini merupakan tambahan lapangan petikemas (CY) eksisting seluas 2 hektar.

Hal ini upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan untuk menunjang kelancaran logistik di Kotawaringin Timur khususnya, dan Provinsi Kalimantan Tengah pada umumnya.

“CY baru seluas 1 hektare yang diopersikan pada bulan Oktober 2021 ini untuk konsolidasi cargo, baik yang didistribusikan ke wilayah Kalteng maupun yang akan dikirim keluar Pulau Kalimantan,” kata Akhmad Fajar kepada banjarhits.com, Rabu (20/10/2021).

Menurut dia, fasilitas container yard yang baru dilengkapi kawasan kepabeanan untuk mengakomodir kebutuhan ekspor dan impor pemilik cargo.

Pelabuhan Bagendang mencatatkan kinerja positif arus petikemas selama semester I periode Januari – Juni tahun 2021. Pandemi Covid-19 tahun ini tidak berdampak negatif terhadap pengiriman barang petikemas di Pelabuhan Bagendang.

Ada kenaikan drastis arus petikemas dari dan ke Pelabuhan Bagendang periode Januari – Juni 2021. Kenaikan paling mencolok bulan Januari – Februari 2021. Hal ini karena dampak dari banjir di Kalimantan Selatan, sehingga pemilik barang dari dan ke Kalimantan Tengah mengalihkan pengiriman barang lewat Pelabuhan Bagendang.

Fajar merinci, arus petikemas selama semester satu (Januari – Juni) tahun 2021 di Pelabuhan Bagendang tercatat 34.357 boks atau 35.612 teus. Pada periode yang sama tahun 2020, arus petikemas tercatat 27.673 boks atau 28.627 teus.

“Dilihat perbandingan data 2020 ke 2021 mengalami kenaikan,” ucap Akhmad Fajar. Arus petikemas yang masuk ke Pelabuhan Bagendang berasal dari rute Surabaya, Jakarta, Kumai, dan Batulicin. Menurut Fajar, Pelabuhan Bagendang paling dominan kedatangan petikemas dari Surabaya.

BACA JUGA  Dituduh Mencuri Sawit, Oknum RT di Kotabaru Divonis Bebas

Petikemas kiriman dari Pulau Jawa itu berisi aneka kebutuhan pokok, alat konstruksi, dan pupuk. “Isi yang dibongkar kebutuhan masyarakat, seperti minyak dan sembako. Demikian juga bahan konstruksi dan pupuk,” lanjut Akhmad Fajar.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Potensi Pramuka Balangan Diharapkan Maksimal

Read Next

DPLH Balangan Terima Piagam Pembina Kampung Iklim

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *