Bareskrim Police Line 10 Titik Tambang Ilegal di Angsana

Wartawan mengecek lokasi tambang ilegal di Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu yang dipasang police line oleh Bareskrim, Jumat (15/10/2021).

Tim Badan Reserse Kriminal Mabes Polri memasang garis polisi di lokasi penambangan batu bara ilegal di Desa Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Lokasi itu sempat dipersoalkan oleh PT Anzawara Satria selaku pemilik IUP.

Juru bicara PT Anzawara Satria, Romeir Emma Rivila, berkata tim Bareskrim memasang police line sebanyak 10 titik di lokasi tersebut pada Kamis, 14 Oktober 2021. Menurut Emma, kedatangan Bareskrim setelah Anzawara melaporkan dugaan tambang ilegal ke Kepala Polri pada 15 September 2021.

“Waktu di Krimsus (Direktorat Reskrimsus Polda Kalsel, red) kami sudah lapor, terus ke lapangan, mereka enggak police line. Setelah itu belum ada kelanjutannya, maka kami ambil sikap mengadukan ini ke Kapolri,” kata Romeir Emma kepada banjarhits.com, Jumat 15 Oktober 2021.

Emma mendapati aktivitas penambangan ilegal di lahan IUP Anzawara mulai terlacak sejak 26 Juni 2021. Awalnya, ia mengadukan ada 10 titik penambangan ilegal ke polisi. Namun, kata Emma, lokasi penambangan ilegal itu makin meluas.

“Kami bersyukur laporan kami ke Kapolri, dan Bareskrim datang ke lapangan langsung,” lanjut Emma.

Komisi VII DPR RI telah meminta pendapatan dari beberapa stakeholder atas maraknya tambang ilegal. Komisi VII turut memanggil Kementerian ESDM dan kepolisian terkait maraknya penambangan ilegal. Tambang ilegal menjamur karena faktor harga.

Dari hasil pertemuan itu berdasarkan sumber banjarhits.com, pemerintah dan kepolisian sama-sama ingin mengedepankan pembinaan. Adapun penindakan atau penegakan hukum sebagai langkah terakhir. “Yang jelas, setidaknya Presiden punya atensi khusus soal tambang ilegal ini. Karena perkiraan ada Rp 38 triliun potensi pendapatan negara yang hilang,” ujar sumber banjarhits.com.

Kepala Polsek Angsana, Inspektur Satu Jody Dharma, membenarkan tim Bareskrim Mabes Polri turun ke lokasi penambangan batu bara di Desa Bunati. Namun, Iptu Jody enggan menjelaskan detail hasil giat Bareskrim di wilayah hukumnya.

BACA JUGA  Bupati Sudian Noor Sempat Kirim Pantun ke Mensos

“Tapi upaya paksa yang dilakukan di lapangan, itu kewenangan dan penyidikan dari Bareskrim. Mereka koordinasi minta backup pengamanan terkait hal itu,” kata Iptu Jody Dharma.

Di lokasi, banjarhits.com mendapati sejumlah titik terpasang police line di atas tumpukan batu bara. Ada pula empat pondokan turut dipasangi garis polisi. Namun, banjarhits.com tidak menemukan satu pun alat berat di lokasi penambangan ilegal tersebut.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Balap Tour de Loksado Bikin Kalsel Mendunia

Read Next

Tuntutan 1 Tahun Jurnalis Asrul Pakai Pasal Asusila

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *