Bantuan Mengalir untuk Korban Kebakaran di Batola

Wabup Barito Kuala, H. Rahmadian Noor memberikan bantuan, Kamis (23/9/2021).

Selama 3 hari berturut-turut peristiwa kebakaran melanda kawasan permukiman di Kabupaten Barito Kuala (Batola). Peristiwa pertama terjadi di Gang Salatiga Marabahan, Selasa (21/09) pukul 02.30 Wita dinihari. Selanjutnya, Rabu (22/09) pukul 01.44 dinihari, peristiwa yang sama melanda permukiman di Handil Marusin RT 03 Desa Anjir Seberang Pasar II Kecamatan Anjir Pasar.

Sedangkan pada Kamis (23/09/2021) pukul 00.45 Wita, ‘si Jago Merah’ kembali beraksi di Sungai Bamban Desa Simpang Pinang Kecamatan Rantau Badauh.

Akibat kebakaran ini sedikitnya 11 dan puluhan anggota keluarga terpaksa kehilangan tempat tinggal. Sementara jumlah kerugian diperkirakan lebih dari Rp300 juta.

Untuk kebakaran yang terjadi di Desa Sungai Bamban Simpang Pinang, berdasarkan informasi Pusdalops-PB BPBD Batola, terdapat 3 rumah telah hangus masing-masing milik Ibas yang mengalami kerusakan sekitar 60 persen, milik Siti Kamsiah yang mengalami kerusakan total, serta milik Anang dengan kerusakan ringan sekitar 20 persen. Sementara penghuninya berjumlah 8 orang terpaksa mengungsi ke tempat keluarga atau tetangga.

Sebagaimana yang terjadi di dua lokasi sebelumnya, kebakaran yang tejadi di Desa Sungai Bamban Simpang Pinang ini mendapat perhatian Wakil Bupati Barito Kuala (Wabup Batola) H Rahmadian Noor.

Sekitar pukul 16.00 Wita wabup yang didampingi Kalak BPBD Batola Sumarno melakukan peninjauan ke lokasi bekas kebakaran Desa Sungai Bamban. Kehadiran wabup sekaligus menyampaikan rasa empati serta menyerahkan bantuan baik berupa sembako maupun dana.

“Sementara ini kita berikan bantuan sembako dan sedikit donasi untuk korban, nantinya setelah BAP dari kepolisian keluar baru ada bantuan lainnya,” ucap lelaki yang akrap disapa pak Rahmadi itu.

Di kesempatan peninjauan, wabup juga menyampaikan himbauan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam keamanan rumah terutama terhadap ancaman kebakaran.

BACA JUGA  Pelayaran Kapal Dewaruci Muhibah Budaya Akan Sandar di Kalsel

Wabup mengatakan, ancaman yang rentan terjadi mengenai konsleting yang berasal dari instalasi listrik yang tidak terawat atau dimakan usia. Terlebih lagi di tengah berlangsung kemarau basah seperti sekarang.

“Kalau bisa usahakan periksa secara berkala instalasi listrik, apalagi yang sudah mulai lapuk, ini sangat berpotensi terjadinya kebakaran,” ungkapnya.

Sementara kepada ibu-ibu dipesankan supaya sebelum berpergian dan sebelum tidur agar mencek perabot dapur kalo masih lupa mematikan kompor.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

SKPD Pemprov Kalsel Diminta Cepat Layani Pengaduan

Read Next

Ini Temuan saat Lapas Kotabaru Dirazia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *