Dugaan Tambang Ilegal di Angsana Dilaporkan ke Kapolri

Romeir Emma Rivilia (tengah) saat di depan Ditreskrimsus Polda Kalsel, Kamis (29/7/2021). Foto dokumentasi

PT Anzawara Satria, salah satu pemilik IUP produksi batu bara di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, melaporkan dugaan aktivitas pertambangan ilegal ke Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pelaporan ke Kapolri pada Rabu, 15 September 2021.

“Maraknya kasus penambangan batu bara ilegal di Kalsel telah dilaporkan secara langsung ke Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri,” kata juru bicara PT Anzawara Satria, Romeir Emma Rivila kepada banjarhits.com, Kamis, 16 September 2021.

Emma menduga kasus penambangan batu bara tanpa izin marak di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Menurut dia, aksi illegal mining sudah menjadi rahasia umum dan terus terjadi, bahkan tidak hanya di lahan pemegang IUP OP, tetapi juga sampai ke lahan pemegang izin PKP2B.

Ia melanjutkan dugaan Illegal mining terjadi di sejumlah lokasi di Kalsel di antaranya di Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tabalong, dan di Kabupaten Tanah Bumbu. Di Kabupaten Banjar diduga terjadi di Kecamatan Sungai Pinang, Karang Intan dan Mataraman, Sambung Makmur, dan Kecamatan Pengaron, bahkan masuk ke lahan perusahaan milik daerah pemegang izin PKP2B.

“Tidak semua perusahaan pemegang IUP OP dan PKP2B yang menjadi korban aksi illegal mining melaporkan kasusnya ke penegak hukum. Namun, ada saja perusahaan yang melaporkannya, seperti kami yang melaporkannya ke Ditreskrimsus Polda Kalsel,” ujar Emma Rivila.

Laporan PT Anzawara Satria telah disampaikan ke Polda Kalsel dalam bentuk pengaduan masyarakat (Dumas) pada Sabtu (3/7/2021). Tindak lanjut dari laporan tersebut, sejumlah saksi pelapor atau pengadu diminta keterangan oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Kalsel , termasuk semua perizinan PT Anzawara Satria.

BACA JUGA  Mahasiswa Banjarmasin Aksi Tolak UU Omnibus Law

Setelah laporan sekitar 2 bulan dilaporkan, akhirnya penyidik Ditreskrimsus Polda Kalsel turun ke lapangan pada Kamis 26 Agustus 2021. “Hanya saja yang terjadi seperti kucing-kucingan, yakni polisi datang mereka telah sembunyi dan ketika polisi pergi mereka beraksi kembali,” kata Emma.

Pada saat di lokasi lahan IUP OP PT Anzawara Satria, penyidik Dit Reskrimsus Polda Kalsel bersama inspektur tambang dari Kementerian ESDM hanya menemukan sejumlah lobang atau kawah besar yang ditinggal pergi para pelaku Illegal Mining. Kemudian juga puluhan ton batu bara yang belum sempat terangkut, serta tidak dipasang garis polisi (Police Line).

Dua hari setelah penyidik dari Polda Kalsel pulang, aksi penambangan liar tanpa izin kembali menjarah di lahan IUP OP PT Anzawara Satria. “Hal uniknya, tanpa dokumen resmi ratusan ribu ton batu bara hasil ilegal mining bisa lolos ke pelabuhan dan disambut kapal-kapal tongkang,” lanjut Emma.

Atas kejadian itu, legal PT Anzawara Satria, Jurkani didampingi Romeir Emma Rivila melaporkan langsung ke Kapolri di Jakarta. Selain mengirimkan laporan juga menyerahkan sejumlah bukti baru dan diterima di Mabes Polri.

Menurut dia, surat laporan ke Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga ditembuskan ke Komisi III DPR RI dan Menko Polhukan Mahfud MD. Surat ke Kapolri tersebut berisi agar Kapolri menindak tegas para pelaku illegal mining di Kalsel sebagai bentuk penegakan hukum yang lebih baik dan profesional.

Jurkani menambahkan, aksi illegal mining tidak hanya merugikan kliennya, tetapi juga kerugian negara, karena tidak bayar pajak, dan kerusakan lingkungan akibat tidak melakukan reklamasi. “Untuk nilai kerugian sampai sekarang ditaksir sudah mencapai Rp 50 Miliar lebih, karena eksplorasi ilegal mining dilakukan secara besar-besaran dengan menurunkan puluhan alat berat dan ratusan truk,” ucapnya.

BACA JUGA  Pantai Turki Dibersihkan Relawan Lingkungan

Kegiatan illegal mining melanggar Pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Ditemui banjarhits.com pada awal bulan ini, Kepala Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Tri Hambodo menolak komentar atas hasil inspeksi lapangan di lahan IUP Anzawara.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Hakim Periksa Wartawan Asrul Selaku Terdakwa

Read Next

Hj Raudatul Jannah Lantik Pengurus Pramuka Banjar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *