Semester I, Petikemas di Pelabuhan Bagendang Melonjak

Pegawai Pelindo III Cabang Pelabuhan Bagendang, Kalteng memeriksa muatan petikemas. Foto dokumentasi

PT Pelindo III Pelabuhan Bagendang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mencatatkan kinerja positif arus petikemas selama semester I periode Januari – Juni tahun 2021. Pandemi Covid-19 tahun ini tidak berdampak negatif terhadap pengiriman barang petikemas di Pelabuhan Bagendang.

General Manager PT Pelindo III Pelabuhan Bagendang, Akhmad Fajar, menilai ada kenaikan drastis arus petikemas dari dan ke Pelabuhan Bagendang periode Januari – Juni 2021. Kenaikan paling mencolok bulan Januari – Februari 2021. Hal ini karena dampak dari banjir di Kalimantan Selatan, sehingga pemilik barang dari dan ke Kalimantan Tengah mengalihkan pengiriman barang lewat Pelabuhan Bagendang.

“Ada kenaikan drastis selama dua bulan pada Januari sampai Februari 2021 saat Kalsel kebanjiran. Kargo atau logistik beralih ke Sampit guna distribusi barang,” kata Akhmad Fajar kepada banjarhits.com, Senin (30/8/2021).

Menurut Fajar, kondisi saat ini menunjukkan proses recovery atau pemulihan ekonomi di tengah pandemi. “Pandemi yang terdampak di tahun 2020. Sementara tahun 2021 ada recovery atau pemulihan kondisi,” lanjut Akhmad Fajar.

Ia merinci, arus petikemas selama semester satu (Januari – Juni) tahun 2021 di Pelabuhan Bagendang tercatat 34.357 boks atau 35.612 teus. Pada periode yang sama tahun 2020, arus petikemas tercatat 27.673 boks atau 28.627 teus.

“Dilihat perbandingan data 2020 ke 2021 mengalami kenaikan,” ucap Akhmad Fajar. Arus petikemas yang masuk ke Pelabuhan Bagendang berasal dari rute Surabaya, Jakarta, Kumai, dan Batulicin. Menurut Fajar, Pelabuhan Bagendang paling dominan kedatangan petikemas dari Surabaya.

Petikemas kiriman dari Pulau Jawa itu berisi aneka kebutuhan pokok, alat konstruksi, dan pupuk. “Isi yang dibongkar kebutuhan masyarakat, seperti minyak dan sembako. Demikian juga bahan konstruksi dan pupuk,” lanjut Akhmad Fajar.

BACA JUGA  Divonis Bebas, 2 Wanita Terdakwa Sabu Kotabaru Dukung 2BHD

Adapun komoditas yang keluar dari Pelabuhan Bagendang didominasi batubara karungan, cangkang kelapa sawit, dan bungkil kelapa sawit. Namun sejak banjir melanda Kalsel, Fajar menyebut bahwa sebagian pengusaha mencari alternatif bahan bakar penolong industri, seperti cangkang sawit.

Cangkang sawit dan bungkil asal Kalteng biasanya diekspor ke Vietnam, China, dan Jepang. Kini, dua komoditas itu memenuhi kebutuhan domestik akibat pasokan dari Kalsel terganjal banjir dan kerusakan infrastruktur jalan.

“Bungkin kelapa sawit untuk pakan ternak, bahkan ekspor ke Vietnam,” ucap Fajar. Area sekitar Pelabuhan Bagendang memang didominasi perkebunan kelapa sawit. Sementara cangkang sawit untuk penolong industri boiler di Jawa.

Pelindo III Pelabuhan Bagendang di bawah area kerja PT Pelindo III Regional Kalimantan. PT Pelindo III (Persero) merupakan BUMN yang mengelola 48 pelabuhan pada tujuh provinsi.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Abdul Hadi Minta Pejabat Menetap di Balangan

Read Next

47 Perwakilan SKPD Batola Dilatih Penyusunan RKA 2022

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *