Polisi Periksa Pelapor Dugaan Tambang Ilegal di Angsana

Aktivitas pertambangan. Foto: freeimages.com

Direktorat Reskrimsus Polda Kalimantan Selatan menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas dugaan pertambangan batu bara ilegal di lahan IUP OP PT Anzawara Satria di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu. Polisi memeriksa pelapor pada Kamis (22/7/2021).

PT Anjawara merasa dirugikan atas aktivitas pertambangan batu bara ilegal di lahan IUP OP., Karena itu pemilik lahan membuat laporan pengaduan masyarakat ke Direktorat Reskrimsus Polda Kalsel di Banjarmasin pada Sabtu (3/7/2021).

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya laporan tersebut ditindaklanjuti Dit Reskrimsus Polda Kalsel dengan memanggil saksi pelapor. Pemeriksaan terhadap saksi berlangsung pukul 10.00 – 16. 00 Wita, Kamis (22/7/2021).

Deep Simbolon, saksi yang dipanggil penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Kalsel, membeberkan semua dugaan pertambangan ilegal atau PETI dilahan IUP OP milik PT Anzawara Satria. “Tadi saya memberikan semua kesaksian tentang adanya kegiatan pertambangan ilegal di wilayah PT Anzawara Satria di Kecamatan Angsana,” kata Deep Simbolon lewat siaran pers ke banjarhits.com, Kamis.

Kemudian, Asma Budi, kuasa hukum PT Anzawara Satria yang mendampingi saksi menyatakan, ingin memastikan proses hukum berjalan lancar. Selain itu pada saat pemeriksaan terhadap saksi, pihaknya juga memberikan sejumlah alat bukti tambahan kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Kalsel.

“Bersama saksi tadi kami menyerahkan alat bukti tambahan termasuk titik lokasi pertambangan batu bara ilegal di lahan IUP OP PT Anzawara Satria. Untuk LP atau laporan polisi belum kami terima dari Dit Reskrimsus Polda Kalsel,” pungkas Asma Budi.

Asma Budi sebelumnya mengatakan, kliennya Direktur PT Anzawara Satria, Muljana Husodo telah membuat pengaduan masyarakat ke Ditreskrimsus Polda Kalsel, Sabtu (3/7/2021). Dalam laporan tersebut disampaikan tentang dugaan pertambangan batu bara ilegal di lahan IUP OP milik PT Anzawara Satria.

BACA JUGA  Wabup Batola Pantau Penyekatan Mudik di Anjir Pasar

Lahan IUP OP yang diduga ditambang ilegal ini berada di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Para pelaku pertambangan ilegal di lahan PT Anzawara Satria tersebut, kata Asma Budi, dilaporkan ke pihak penegak hukum karena merugikan klien. Pihaknya meminta perlindungan hukum agar para pertambangan tanpa izin (peti) yang diduga ilegal ini ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Dumas tentang dugaan tindak pidana tersebut, ungkap Asma Budi sudah diatur dalam Pasal 158 Undang undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ia berharap dumas yang pihaknya sampaikan ke Dit Reskrimsus Polda Kalsel untuk ditindaklanjuti agar tidak merugikan kliennya dan juga merugikan negara.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

admin

Read Previous

Dewan Setujui Raperda Dana Cadangan Pilkada Kalsel 2024

Read Next

Peduli Anak, Kalsel Terima Anugerah KPAI 2021

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *