Panitia Kurban Diminta Mengurangi Sampah Plastik

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerbitkan Surat Edaran Nomor: 660/01050/DLH-TAHUN 2021 tentang Himbauan Pengurangan Penggunaan Kemasan Plastik Pada Pembagian Daging Qurban Hari Raya Idul Adha 1442 H.

Menurut penjabat Gubernur Kalsel Safrizal, surat edaran ini sebagai komitmen upaya pemerintah daerah dalam mengurangi timbunan sampah plastik. Hal ini merujuk sejumlah aturan perundangan perihal pengelolaan sampah rumah tangga.

“Sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah, dan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah serta Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 030 Tahun 2018 Tentang Kebijakan dan Strategi Kalimantan Selatan dalam upaya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Maka pelaksanaan kurban tanpa sampah plastik menjadi sangat penting,” demikian dikutip dari surat edaran, Minggu (18/7/2021).

Masa pandemik Covid-19 ini perlu kiranya memberi perhatian khusus terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah Idul Adha sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2021 tanggal 21 Juni 2021 mengenai Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan kurban 1442 Hijriah.
 
Terutama memperhatikan aturan zona Penyelenggaraan salat Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan kurban, maka dengan ini dihimbau agar :

  1. Melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan baik lembaga/pemerintah daerah/organisasi kemasyarakatan dan panitia kurban untuk melakukan pengurangan penggunaan kemasan kantong, botol dan gelas berbahan plastik sekali pakai.
  2. Mempelopori dan menerapkan penggunaan bakul purun, besek atau bahan lain berbahan ramah lingkungan sebagai kemasan pembagian daging qurban pada Hari Raya Idul Adha 1442 H sekali pakai yang dapat digunakan ulang atau dapat dikomposkan dan tidak menimbulkan sampah plastik.
  3. Menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, seperti tempat sampah terpilah di lokasi pelaksanaan salat ldul Adha dan pembagian daging kurban.
  4. Melakukan penanganan/pemilahan sampah di lingkungan tempat tinggal/tempat pemotongan hewan kurban sesuai dengan pengkategorian sampah yaitu sampah organik dan sampah anorganik dan sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
  5. Mengelola limbah (darah, kotoran hewan qurban) hasil pemotongan hewan qurban dengan cara dimasukan ke tempat sampah terpilah, ditanam atau dikirim ke tempat pengolahan komposting; 6. Menyediakan satuan tugas khusus di lapangan yang menangani sampah sekaligus sebagai tenaga kampanye dan edukasi publik dalam pengurangan sampah plastik.
BACA JUGA  FPI Kalsel Ikut Menolak UU Cipta Kerja

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Pemprov Kalsel Izinkan Salat Idul Adha di Zona Kuning dan Hijau

Read Next

Pelabuhan Bagendang Serahkan 6 Ekor Hewan Kurban

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *