Sawah Berlumpur, Dinas TPH Kalsel Datangi Petani Korban Banjir

Lahan pertanian masih tertutup lumpur akibat banjir di Kabupaten HST.

Langkah sergap, tanggap, dan cepat Syamsir Rahman selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah patut diacungi jempol.

Aksinya dalam menindaklanjuti lahan pertanian pasca banjir yang menyebabkan lahan penuh dengan lumpur di Kabupaten HST menuai ucapan syukur dan teriamakasih oleh petani setempat, Rabu 23 Juni 2021.

“Dalam keluh kesahnya, petani setempat mengutarakan bahwa pasca banjir beberapa waktu lalu, mereka tidak bisa kembali bercocok tanam akibat lahan pertanian mereka dipenuhi lumpur,” demikian dikutip dari unggahan akun Instagram dinastph.provkalsel, Jumat (25/6/2021).

Atas keluhan masyarakat ini, Syamsir Rahman akan membantu petani dalam memecahkan masalah yang dihadapi lewat berbagai solusi, seperti memberikan bantuan gerakan pengendalian pembersihan saluran di lahan-lahan yang terdampak lumpur pasca banjir itu.

Adapun lokasi berada di dua kecamatan, yakni Batu Benawa dan Barabai. Di Kecamatan Batu Benawa, ada seluas 130 hektare yang mencakup Desa Aluan Besar, dan lahan 10 hektare di Desa Aluan Bakti.

Sementara itu, ada 80 hektare di Desa Benawa Tengah, Kecamatan Barabai. Syamsir mengimbau dan mengajak seluruh jajaran, baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk turun bersama-sama membangun kembali pertanian.

“Khususnya pada daerah-daerah yang terdampak akibat perubahan iklim,” pesan Dinas TPH Kalsel.

Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalimantan Selatan, Dwi Putra Kurniawan pada 20 Juni 2021, berkata lahan pertanian pangan mulai dari sawah padi, tanaman hortikultura, dan kandang-kandang ayam masih rusak berat belum ada bantuan rehabilitasi lahan.

“Begitu pun aksi tindakan nyata untuk membantu meringankan penderitaan petani dari Pemerintah Kabupaten HST maupun Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan,” kata Dwi Putra.

BACA JUGA  Terpidana Mati Cai Changpan Tewas Bunuh Diri

Dwi Putra dalam kunjungan dan dialognya bersama M Basri sebagai salah satu ketua kelompok tani beserta 3 orang petani anggotanya yaitu Fatimah, Sri Rahmadani, dan Rahmah di Desa Aluan Besar pada Minggu 20 Juni 2021, menuturkan sawah di Bantak, Sirang, Bangkal, Rampakan, dan Rasau rusak parah akibat tertimbun lumpur tanah merah hingga selutut orang dewasa.

Kondisi ini menyebabkan kurang lebih 283 hektar sawah tidak dapat ditanami benih padi lagi. Padahal saat banjir bandang datang, desa mereka adalah tempat yang sangat subur untuk bertani maupun beternak ayam.

“Di saat ini kehidupan mereka pun terancam kelaparan akibat belum bisa kembali menanam karena lahan masih tertutup lumpur tanah merah,” lanjut Dwi Putra.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

2021, Reforma Agraria Menyasar 3 Kabupaten di Kalsel

Read Next

AJI Minta Komisi III DPR Kawal Kasus Jurnalis Nurhadi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *