Warga Seradang Tabalong Pertanyakan Kinerja BUMDes

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: freeimages.com

Sebagian warga Desa Seradang, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, mengeluhkan atas kinerja transparansi BUMDes setempat. Menurut warga Seradang, Dwi Prihantoro, BUMDes Seradang tidak pernah rapat tahunan selama dua tahun terakhir ini.

“Sedangkan BUMDes tersebut telah menjalin kerjasama dengan satu perusahaan batu bara yang melakukan kegiatan tambang batu bara di Desa Seradang,” kata Dwi Prihantoro dikutip dari salinan surat yang dikirim ke Ditreskrimsus Polda Kalsel, Rabu (16/6/2021).

Dwi melanjutkan, kerjasama BUMDes dan perusahaan tambang itu dalam hal penyediaan angkutan batu bara untuk sebuah pabrik. “Diperkirakan sudah memperoleh hasil sekitar miliaran rupiah,” ucap Dwi Prihantoro.

Selain itu, kata Dwi, BUMDes pernah menerima penyertaan modal dana desa tahun 2018 sebanyak Rp 300 juta. Dwi bilang sebagian masyarakat pun tidak pernah tahu penggunaan penyertaan modal tersebut.

Atas kinerja BUMDes Seradang, Dwi berkirim surat ke Ditreskrimsus Polda Kalsel untuk mengusut dugaan penyelewengan dana BUMDes Seradang.

“Sebab masyarakat saat ini semakin resah karena pengurus maupun aparat desa tidak pernah terbuka tentang informasi pengelolaan BUMDes tersebut,” lanjut Dwi Prihantoro.

Apalagi, kata dia, warga RT 03 Desa Seradang mengeluhkan kerusakan jalan yang terimbas lokasi tambang sepanjang 300 meter. Menurut Dwi, warga di sana pernah mendengar bahwa perusahaan tambang batu bara itu sudah membayar ganti rugi senilai Rp 300 juta kepada aparat desa.

“Sedangkan masyarakat pengguna jalan tersebut resah dan protes akibat jalan tersebut rusak. Pihak aparat desa menutup-nutupi hal ini saat masyarakat mempertanyakannya,” ujarnya.

Kepala Desa Seradang, Tajudin Nor Arifin, menilai pernyataan Dwi atas laporan itu keliru dan salah sasaran. Selaku pembina BUMDes Seradang, Tajudin memastikan semua usaha BUMDes sudah sesuai aturan dan bisa diketahui publik.

BACA JUGA  Pemilik Narkoba Ditangkap di Kebun Sari HSU

“Saya juga membantah adanya penyertaan modal dana desa ke BUMDes, itu tidak benar, tidak ada itu,” ucap Tajudin Nor.

Ihwal jalan desa yang terdampak tambang batu bara, Tajudin Nor mengaku sudah ditukar guling ke jalan baru yang bisa dilintasi warga. Proses tukar guling ini pun sudah jelas dan ada surat perjanjian dengan perusahaan. Menurut dia, yang bermasalah itu koperasi, bukan BUMDes.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Seorang Mahasiswa Gelapkan 39 Tabung LPG Melon

Read Next

Pj Gubernur Kalsel: Penerimaan Pajak Air Permukaan Relatif Kecil

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *