Seorang Mahasiswa Gelapkan 39 Tabung LPG Melon

Terduga pelaku penggelapan, MRI.

Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah meringkus pria berinisial MRI, terduga pelaku tindak pidana penggelapan tabung gas LPG. Pelaku menggasak tabung gas di pangkalan Super Gas, Desa Mandingin, Kecamatan Mandingin, Kabupaten HST.

Menurut Kepala Polres HST AKBP Danang Widaryanto lewat Paur Subaghumas Aipda M. Husaini, aksi penggelapan tabung gas ini bermula saat korban mendatangi pangkalan LPG untuk mengecek tabung gas pukul 16.30 wita pada Jumat, 4 Juni 2021. Saat itu, pelapor bernama Yuandani mendapati sebagian tabung gas lenyap dari gudang milik H. Hakim di Desa Mandingin, Kecamatan Mandingin.

“Hanya tersisa 30 biji yang mana sebelumnya berjumlah 69 biji. Mengetahui hal tersebut kemudian pelapor langsung menghubungi terlapor yang mana terlapor adalah orang yang ditugaskan untuk mengurusi gudang atau pangkalan tersebut,” kata Aipda M. Husaini kepada banjarhits.com, Kamis (17/6/2021).

Namun setelah dihubungi, terlapor MRI tidak ada merespons. MRI malah memblokir telepon dan semua akses komunikasi dari pelapor. Kemudian pelapor melakukan pencarian dengan mendatangi rumah orang tua terlapor dan bertemu terlapor.

Pelapor ingin memberikan penjelasan ke orang tua terlapor. Namun sempat ada perdebatan yang mana akhirnya pelapor meminta terlapor agar ikut pergi bersama pelapor untuk menyelesaikan masalah tersebut di Polres HST.

Setelah berembuk di Polres HST, akhirnya terlapor mengakui bahwa memang telah menggelapkan tabung gas tersebut dari gudang atau pangkalan. MRI membawa tabung gas ke rumah terlapor dengan menggunakan mobil Nisaan Navara DA 8719 CV.

“Mobil tersebut adalah mobil milik pelapor yang dipinjamkan kepada terlapor. Sehubungan dengan kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian kehilangan tabung Gas LPG 3 kilogram sebanyak 39 biji dengan perkiraan kerugian materil sebesar Rp 5.850.000,” ucap Aipda Husaini.

BACA JUGA  Janji SHM-MAR: Dari Beasiswa Sampai Pertanian

Yuandani pun membikin laporan resmi ke Polres HST pada 15 Juni 2021. Pelapor ingin polisi mengusut tuntas tindak pidana penggelapan sebagaimana pasal 372 KUHP. MRI diketahui masih mahasiswa berusia 26 tahun yang tinggal di lingkungan RT 002 RW 001, Desa Benua Binjai.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Inovasi Fasilitas Layanan SKPD Batola

Read Next

Warga Seradang Tabalong Pertanyakan Kinerja BUMDes

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *