Alasan Rifqinizamy Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Tim Aliansi Masyarakat Peduli Banua di Bareskrim Polri, Jumat (28/5/2021).

Aliansi Masyarakat Peduli Banua melaporkan Muhammad Rifqinizami atas dugaan pemalsuan ijazah S2 ke Bareskrim Mabes Polri, Jumat (28/5/2021). Menurut Sekretaris AMPB, Windraini Wahyudin Noor, pelaporan ini sebagai tindak lanjut dugaan pemalsuan ijazah S2 yang dilakukan Rifqinizami.

“Awalnya kami melapor hari Kamis (27/5). Tapi untuk laporan ini mekanismenya harus korban, jadi sifatnya memakai surat pengaduan. Kami resmi melaporkan hari Jumat,” kata Wahyudin Noor kepada banjarhits.com, Sabtu (29/5/2021).

Anggota AMPB, M. Noor, menambahkan kasus yang menjerat Muhammad Rifqinizami sudah sejak lama bergulir pada 2016. M. Noor menuturkan pelaporan ke Bareskrim untuk mengingatkan bahwa kasus dugaan ijazah palsu ini tidak bisa hilang.

“Kasus ini tidak bisa hilang karena tindak pidana. Jadi tidak bisa hilang. Kami sebagai masyarakat sepakat membentuk aliansi. Jangan sampai hilang oleh waktu,” ucap M. Noor saat ditanya alasan melaporkan Rifqi ke Bareskrim kemarin.

Jauh sebelum ke Bareskrim, M. Noor menegaskan bahwa kepolisian sejatinya sedang menunggu pelaporan atas tindak pidana dugaan pemalsuan ijazah tersebut. Menurut M. Noor, AMPB sengaja melaporkan Rifqinizami ke Bareskrim karena dugaan tindak pidana ijazah palsu lintas negara dan lingkup nasional.

“Kasusnya berhubungan dengan luar negeri, dan terlapor sebagai anggota DPR RI. Kasusnya sudah menasional,” lanjut M. Noor.

Adapun Muhammad Rifqinizamy tidak merespons upaya konfirmasi tim banjarhits.com lewat pesan WhatsApp dan panggilan WhatsApp atas pelaporan dirinya ke Bareskrim.

Mengutip salinan surat pengaduan dari AMPB tentang dugaan pelanggaran pidana pemalsuan ijazah dan kebohongan publik, sosok Muhammad Rifqinizamy sempat kuliah S2 di Universiti Kebangsaan Malaysia. Saat itu, terlapor masih berstatus dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat.

Namun, Universiti Kebangsaan Malaysia tidak pernah mengeluarkan ijazah dan transkrip atas nama Muhammad Rifqinizamy. “Setelah dilakukan verifikasi kepada Universiti Kebangsaan Malaysia dan Dirjen Dikti ditemukan adanya surat-surat yang menunjukkan dengan jelas seolah yang bersangkutan telah lulus dan menyelesaikan studi S-2 nya dengan menggunakan tanda tangan dan stempel pejabat secara melawan hukum,” dikutip dari salinan pelaporan.

BACA JUGA  17 Masjid di Batola Terima Bantuan Dana

Menurut M. Noor, terlapor Rifqinizamy telah menggunakan ijazah palsu untuk mendaftarkan kuliah S-3 di Universitas Brawijaya di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Bupati Batola Bantu Korban Kebakaran di Bantuil

Read Next

Komite I DPD Desak Pengusutan Premanisme Politik Pilgub Kalsel

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *