Ayah Tiri Setubuhi Anak Gadis 14 Tahun di HST

Seorang anak gadis. Foto: pixabay.com

Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah meringkus terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Pelaku berinisial RD (38 tahun), yang tak lain sebagai ayah tiri dari korban, seorang gadis berinisial S (14 tahun).

Menurut Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto lewat Paur Subaghumas Aipda M. Husaini, tim Buser Polres HST meringkus RD pukul 15.00 wita di sebuah rumah di Kabupaten HST pada Kamis (20/5/2021). Penangkapan ini, kata Aipda Husaini, atas laporan dari ibu kandung korban.

“Tersangka dibawa ke Mapolres HST untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Aipda M. Husaini kepada banjarhits.com, Kamis (20/5/2021).

Aksi bejat RD terhadap S terbongkar saat ibu kandung korban merasa curiga atas kelakuan S. Pelapor selaku ibu kandung mendapati S merasa lemas pukul 08.00 wita pada Jumat (7/5/2021).

Pelapor kemudian bertanya kepada korban. “Barulah menceritakan bahwa korban telah disetubuhi oleh ayah tirinya sejak hari Kamis tanggal 6 Mei 2021 jam 20.00 wita,” kata Aipda M. Husaini.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, pelapor selaku ibu kandung korban, merasa tidak terima. Pelapor menuntut terlapor untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Kejadian ini dilaporkan ke Polres Hulu Sungai Tengah.

“Melaporkan telah terjadi tindak pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan,” kata Aipda Husaini.

Pelaporan ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Ayat (1) Subsider Ayat (2) PERPU Nomor 1 Tahun 2016 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 Jo Pasal 76D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Barang bukti yang disita berupa celana dalam, seprei, baju, satu keping pil KB sebanyak 28 butir, dan satu keping pil KB sebanyak 16 butir.

BACA JUGA  JMSI Akan Masuk Konstituen Dewan Pers
Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Ahli Pidana UI Digugat, Advokat Ajukan Amicus Curiae

Read Next

Rehabilitasi Lahan Kritis di Kalsel Butuh Satu Dekade

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *