BI Kalsel: 76.354 Merchant Sudah Pakai QRIS

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel, Rahmat Dwiputra saat sosialisasi mata uang rupiah dan QRIS, Rabu (5/4/2021).

Kantor perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi dan Edukasi tentang cinta, bangga, dan paham rupiah UPK 75 tahun RI, serta Code Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di Aula Hotel Rattan In, Banjarmasin.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel, Rahmat Dwiputra, menuturkan tentang upaya mensosialisasikan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 tahun RI yang merupakan bagian mata uang kedaulatan bangsa.

“Jangan sampai kita menggunakan mata uang lain di negara sendiri, kita harus bangga dan cinta terhadap uang Republik Indonesia,” ucap Rahmat Dwiputra kepada banjarhits.com pada Rabu (5/5/2021).

Di wilayah Kalbar dan Kaltara, kata Rahmat, bagian-bagian yang berdekatan dengan negara tetangga yaitu Malaysia, yang mana warga Indonesia jangan sampai menggunakan uang ringgit sebagai transaksi kehidupannya.

Bank Indonesia, menurutnya, dapat mencukupi kebutuhan uang rupiah di perbatasan wilayah. Setelah bangga, cinta dan kemudian tentang paham dalam uang rupiah, Rahmat menjelaskan bahwa menggunakan dalam bertransaksi, berbelanja dan berempati, hal itu dapat dipahami sebagai alat tukar.

“Sementara, UPK 75 ini sudah dapat digunakan secara universal atau massal, dalam urusannya terkait domestik maupun di luar negeri sana,” ujarnya.

Adapun tentang QRIS, Rahmat mengatakan bahwa program itu disosialisasikan agar mengurangi mata uang kertas yang banyak tersebar di Indonesia. Program QRIS ini juga disetujui oleh Presiden RI Joko Widodo, kata dia, yang juga membantu mengurangi pesebaran Covid-19.

“Bapak dan ibu, kalau mau menggunakan Code QRIS dalam galeri picture sudah tersedia di handphone. Merchant QRIS di Kalimantan Selatan, Alhamdulillah terus bertambah dan 23 April 2021 sudah terdapat 76.345 merchant QRIS tersebar di seluruh Kabupaten/Kota dan meningkat sebanyak 6,4 persen,” beber Rahmat.

BACA JUGA  Sehari, Pasien Baru Covid di Batola Tambah 12 Orang

Dibandingkan pada tahun lalu, Rahmat mengungkapkan cuma tercatat 71.774 merchant. Selain itu merchant pada badan layanan umum, ia menyebut seperti di Rumah Sakit (RS) dari 0,7 persen menjadi 0,4 persen berlaku sejak 1 Juni 2021.

“Peningkatan limit transaksi QRIS dari sebulan 2 Juta menjadi 5 Juta,” ungkap Rahmat.

Analis sistem pembayaran, Rika menyebut adanya QRIS agar mengurangi kontak secara langsung, dan memudahkan serta aman dalam bertransaksi, “Apa itu QRIS? Adalah standar QR Code untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).”

Fungsi QRIS, kata Rika, juga dapat sebagai pengganti rekening. Ia berpandangan, QRIS seperti pengganti identitas rekening dan jika discan maka uangnya masuk ke rekening, yang langsung terintegrasi dalam mobile banking maupun mobile payment.

“Dan didukung 61 penyedia pembayaran dan fungsi QRIS ini, inter openable yang misalnya saya punya hijau atau merah, satu QRIS ini bisa melakukan semuanya,” jelas Rika.

Di Kalimantan Selatan, Rika menargetkan penambahan 12.000-an merchant yang dapat menggunakan sistem QRIS pada 2021. Ia berharap, dengan QRIS dapat memudahkan dalam bertransaksi dan meningkatkan perekonomian warga di Indonesia.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

Muhammad Rahim

Read Previous

Pj Gubernur Kalsel Sarankan Silaturahmi Lewat Video Call

Read Next

AR Ketangkap Setubuhi Gadis di Kos-kosan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *