Pengiriman Barang Melonjak di Pelabuhan Bumiharjo Kumai

Pegawai Pelindo III Cabang Pelabuhan Bagendang, Kalteng memeriksa muatan petikemas. Dokumentasi

PT Pelindo III Pelabuhan Bumiharjo, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Bara, Provinsi Kalimantan Tengah, mencatatkan kenaikan arus pengiriman barang selama triwulan pertama tahun 2021. Hal ini disampaikan oleh General Manager Pelindo III Pelabuhan Bumiharjo, Rio Dwi Santoso.

“Ada kenaikan selama triwulan pertama, enggak sampai 10 persen. Kenaikan mungkin demmand tinggi, apalagi menjelang lebaran ini,” kata Rio Dwi Santoso kepada banjarhits.com, Selasa (27/4/2021).

Selain itu, menurut Rio, penutupan layanan kapal DLU di Pelabuhan Bagendang Sampit, memicu kenaikan pengiriman barang lewat Pelabuhan Bumiharjo. Operator kapal DLU sempat menutup layanan Roro pada pertengahan April 2021.

“Yang DLU ditutup itu dampaknya traffic kita naik, perpindahan yang Sampit. Itu kan temporary,” ujar Rio.

Menurut dia, kerusakan infrastruktur di Kalimantan Selatan, tidak terlalu berkontribusi menaikkan arus pengiriman barang lewat Pelabuhan Bumiharjo Kumai. Begitupun pandemi Covid-19 tidak menurunkan arus pengiriman barang di Pelabuhan Bumiharjo.

“Kalau untuk Pelabuhan Bumiharjo tidak ada penurunan, tidak ada dampak untuk Pelabuhan Bumiharjo,” lanjut Rio Dwi Santoso.

Rio berkata produk kelapa sawit dan turunannya menjadi komoditas unggulan yang dikirim dari Pelabuhan Bumiharjo. “CPO, cangkang sawit, carnel. Ada ekspor, ada yang untuk komoditas lokal. Ekspornya enggak langsung, karena harus ke Semarang dan Jakarta dulu,” kata Rio.

Menurut Rio, komoditas ekspor ini memang harus dikirim lebih dulu ke Jakarta untuk pengurusan dokumen ekspor. Adapun komoditas yang masuk ke Pelabuhan Bumiharjo biasanya pupuk dan kebutuhan sembako.

PT Pelindo III Pelabuhan Bumiharjo di bawah area kerja PT Pelindo III Regional Kalimantan. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III merupakan perusahaan yang berperan dalam mengelola dan membawahi 43 (empat puluh tiga) pelabuhan umum di 7 (tujuh) wilayah provinsi Indonesia.

BACA JUGA  3 Skenario Kementan Pemulihkan Pertanian Kalsel

Didirikan pada 1 Desember 1992, perseroan terus melakukan pengembangan dan memberikan layanan terintegrasi di segmen penyediaan jasa kepelabuhanan. Hingga saat ini, perseroan juga berperan sebagai perusahaan induk (holding company) dari anak usaha yang ada.

Setelah cukup lama berkiprah sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam sektor perhubungan, perseroan senantiasa bekerja keras dalam memenuhi segala tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya untuk mengelola 43 (empat puluh tiga) pelabuhan umum yang terdiri atas cabang utama, kelas I, II, III, dan kawasan. 

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

BNPB Serahkan Dana Tunggu Hunian Korban Banjir HST dan Banjar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *