BNPB Serahkan Dana Tunggu Hunian Korban Banjir HST dan Banjar

Penyerahan dana bantuan dari BNPB ke Pj Gubernur Kalsel Safrizal, Kamis (29/4/2021).

BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) RI menggelontorkan bantuan dana siap pakai atau disebut dana tunggu hunian tetap bagi terdampak banjir yang rumahnya hilang atau rusak berat di dua kabupaten yaitu HST dan Banjar.

Dana tunggu hunian adalah dana tunggu yang diberikan setiap bulan selama rumahnya yang rusak berat atau hilang belum diganti dengan hunian tetap oleh pemerintah.

Penyerahan dana tunggu hunian tetap diserahkan perwakilan BNPB RI Brigjen Edison Simandjuntak dan jajarannya kepada Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA Kamis (29/4/2021) di Kantor Setdaprov Kalsel. Penyerahan bantuan juga disaksikan jajaran BPBD Kalsel, BPBD HST, dan Banjar.

Untuk Kabupaten HST total dana tunggu hunian sebesar Rp 402 juta. Sementara Kabupaten Banjar menerima Rp 216 juta. Masing – masing warga yang rumahnya rusak berat akan mendapatkan Rp 500 ribu per bulan. Ditargetkan untuk tiga bulan ke depan, hingga hunian tetap bagi mereka dapat dibangunkan.

Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengatakan Kalsel masih memerlukan sentuhan dari pemerintah pusat dalam rangka melakukan recovery usai banjir besar awal tahun 2021. “Kita mengucapkan terima kasih atas bantuan BNPB, harapannya dalam 3 bulan ke depan tak perlu lagi ada dana tunggu karena hunian tetap sudah selesai dibangun,” ujar Safrizal.

Saat ini pembangunan hunian tetap bagi Terdampak banjir masih dalam proses di tingkat daerah masing-masing. “Sebagian mereka yang hilang atau rusak berat rumahnya juga sudah mendapatkan hunian sementara,” kata Safrizal.

Ia berjanji akan memonitor pengerjaan hunian tetap bagi Terdampak banjir sehingga dapat segera diselesaikan.

“Mudahan pembangunan hunian tetap dapat segera diselesaikan disamping perbaikan infrastruktur yang rusak di berbagai daerah,” kata Safrizal.

BACA JUGA  Pesan Bupati Batola saat ASN Pertama Masuk Pasca Lebaran

Sementara Brigjen Edison Simandjuntak dari BNPB RI mengatakan apabila pembangunan hunian tetap belum bisa direalisasikan dalam rentang waktu tiga bulan ke depan maka dana tunggu hunian akan dilanjut. “Namun kita akan berupaya segera menyelesaikannya dalam waktu tiga bulan ini sehingga tak perlu ada dana tunggu hunian lanjutan,” ujar Edison.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

DKPP: Ketua Bawaslu Kotabaru Melanggar Etik

Read Next

Pengiriman Barang Melonjak di Pelabuhan Bumiharjo Kumai

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *