Terduga Koruptor Pengadaan WC Digerebek Polisi

Satreskrim Polres HSU meringkus Aan di Kabupaten Barsel, Kamis (15/4/2021).

Unit Tindak Pidana Korupsi dan Opsnal Satreskrim Polres Hulu Sungai Utara menangkap Ansyari alias Aan, tersangka dugaan tindak pidana korupsi. Aan ditangkap polisi atas dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2018 dan 2019 di Desa Sungai Janjam, Kecamatan Babirik.

Penangkapan terhadap Aan di sebuah rumah di Desa Babai RT 20, Kecamatan Kurau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah pukul 12.00 WIB, Kamis (15/4/2021).

“Dari keterangan pelaku bahwa benar melakukan tindak pidana tersebut (korupsi, red). Kemudian pelaku dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres HSU guna penyedikan lebih lanjut,” kata Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan lewat Kasatreskrim Iptu Andi Patinasarani kepada banjarhits.com, Kamis (15/4/2021).

Polisi turut menyita barang bukti satu berkas APBDes Perubahan Tahun 2019 Nomor 2 Tahun 2018, satu berkas APBDes Perubahan Tahun 2019 Nomor 5 Tahun 2019, satu berkas Laporan Realisasi Tahun 2018, dan satu berkas Laporan Realisasi Tahun 2019.

Kemudian tiga rangkap SP2D tahap satu, dua, dan tiga tahun 2018; tiga rangkap SP2D tahap satu, dua, dan tiga tahun 2019; satu Buku Kas Umum tahun 2018; satu Buku Kas Umum tahun 2019; dan tiga lembar rekening koran Bank Kalsel atas nama nasabah Desa Sungai Janjam.

Selain itu, kata Iptu Andi, disita pula Surat Keputusan Bupati Hulu Sungai Utara Nomor 75 Tahun 2013 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Desa Sungai Janjam Kecamatan Babirik, Kabupaten HSU, satu berkas SPJ Desa Sungai Janjam Tahun Anggaran 2018, dan satu berkas SPJ Desa Sungai Janjam Tahun Anggaran 2019.

Menurut Iptu Andi, dugaan korupsi yang menjerat Aan bermula saat Desa Sungai Janjam menerima Dana Desa bersumber dari APBN 2018 senilai Rp 667.953.000, dan APBN 2019 senilai Rp 741.652.000.

BACA JUGA  Kemenkes Segera Vaksinasi Covid-19

“Dana tersebut digunakan untuk beberapa kegiatan, seperti pembangunan, pengadaan WC, pengadaan tong sampah, penerangan listrik, dan pembuatan kanopi,” lanjut Iptu Andi Patinasarani.

Dari beberapa kegiatan ini, penyidik menemukan dugaan penyelewengan berupa mark up harga, mark up upah tukang, dan kegiatan pengadaan fiktif. Adapun dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh aparatur desa dari hasil penyelidikan sebesar Rp 487.306.952.

Iptu Andi menyebut, nominal itu berdasarkan Laporan Hasil Audit Investigasi Atas Pelaksanaan Kegiatan Fisik Yang Bersumber Dari Dana Desa Pada Desa Sungai Janjam, Kecamatan Babirik, Kabupaten HSU Nomor : LHAI – 222 / PW16 / 5 / 2020 tanggal 24 September 2020.

“Akibat dari perbuatan yang dilakukan aparatur Desa Sungai Janjam, Kecamatan Babirik tersebut, negara mengalami kerugian Rp 487.306.952,” ujar Iptu Andi Patinasarani.

Aan didakwakan sebagaimana dimaksud dalam pasal Pasal 2 jo pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 KUHP.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

17 Masjid di Batola Terima Bantuan Dana

Read Next

Pramuka Batola Diminta Melawan Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *