Pelindo III Trisakti Antisipasi Lonjakan Pemudik

Suasana ruang tunggu di terminal penumpang Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. dok banjarhits.com

Pelabuhan Trisakti di Kota Banjarmasin mengantisipasi lonjakan pemudik saat Ramadan dan sebelum Idul Fitri tahun 2021. Arus penumpang di Pelabuhan Trisakti sudah mulai meningkat sejak satu pekan lalu.

Menurut General Manager PT Pelindo III Pelabuhan Trisakti, Imran Rasyidi, pihaknya akan membuka Posko Mudik Idul Fitri pada 28 April 2021 atau 15 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. “Sampai 15 hari setelah hari raya. Larangan mudik mulai 6 Mei – 17 Mei,” kata Imran Rasyidi kepada banjarhits.com, Kamis (15/4/2021).

Posko melibatkan berbagai unsur, seperti Kepolisian, TNI AL, Pelindo III, operator pelayaran, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Satgas Covid-19, Kodim Banjarmasin, Basarnas, dan Dinas Kesehatan.

Imran sudah mengantisipasi potensi lonjakan penumpang kapal dengan menerapkan protokol kesehatan. Meskipun ada lonjakan penumpang, ia berkata belum ada penambahan kapal untuk melayani pemudik dari dan ke Pelabuhan Trisakti.

“Jalurnya Banjarmasin-Surabaya-Banjarmasin. Kalau ke Jakarta khusus kapal Roro. Lonjakan terpantau mulai seminggu. Biasanya penumpang naik di bawah 100, sekarang penumpang naik di atas 200, 250, bisa 300,” lanjut Imran Rasyidi.

Menurut Imran, penumpang sengaja mudik lebih awal karena mengantisipasi larangan mudik. Ia mengimbau calon pemudik tidak melakukan perjalanan lewat Pelabuhan Trisakti pada periode 6 Mei – 17 Mei 2021.

Selain itu, Imran meminta calon penumpang kapal harus membawa hasil negatif rapid test antigen atau PCR. Perihal potensi puncak arus mudik, Imran menduga ada kemungkinan puncak arus mudik satu pekan sebelum tanggal 6 Mei 2021. “Ya seminggu sebelum itu, puncaknya orang bepergian,” kata Imran Rasyidi.

Pelindo III Pelabuhan Trisakti di bawah area kerja PT Pelindo III Regional Kalimantan. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III merupakan perusahaan yang berperan dalam mengelola dan membawahi 43 pelabuhan umum di 7 wilayah provinsi Indonesia.

BACA JUGA  Anti Politik Uang Kalsel: Tim BirinMu Blunder Lagi

Didirikan pada 1 Desember 1992, perseroan terus melakukan pengembangan dan memberikan layanan terintegrasi di segmen penyediaan jasa kepelabuhanan. Hingga saat ini, perseroan juga berperan sebagai perusahaan induk (holding company) dari anak usaha yang ada.

Setelah cukup lama berkiprah sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam sektor perhubungan, perseroan senantiasa bekerja keras dalam memenuhi segala tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya untuk mengelola 43 (empat puluh tiga) pelabuhan umum yang terdiri atas cabang utama, kelas I, II, III, dan kawasan.

Tujuh wilayah provinsi tersebut adalah di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sebagai holding company, perseroan membawahi 11 anak usaha dan perusahaan afiliasi yang bergerak dalam beragam sektor terkait jasa kepelabuhan seperti logistik, layanan kesehatan, peti kemas, pengelola terminal curah cair dan gas, sarana bantu pemanduan, operator terminal, penyedia tenaga kerja, jasa pemeliharaan, pengelolaan alur pelayaran, kawasan industri, bongkar muat dan lain sebagainya.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Polisi HST Tangkap 2 Pengedar Narkoba

Read Next

Pernyataan Sikap AJI Surabaya atas Dugaan Union Busting Manajemen Jawapos

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *