Menghina Polisi di Facebook, Suami-Istri di HST Minta Maaf

NH dan MY meminta maaf atas posting penghinaan terhadap polisi, Minggu (11/4/2021).

Anggota Polres Hulu Sungai Tengah dan Polsek Labuhan Amas Selatan bergerak cepat mengamankan sepasang suami istri, yang masing-masing berinisial MY dan NH. NH mengoperasikan akun Facebook Utuch Gerhana.

NH, istri dari MY, diduga menulis komentar penghinaan terhadap kepolisian atas meninggalnya anggota buser Polsek Banjarmasin Tengah, Bripka Mashudin.

Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto lewat Kasubaghumas Iptu Soebagiyo berkata polisi mengamankan MY dan NH di Desa Panggang Marak RT 003, Kecamatan Labuhan Amas Selatan pada Minggu siang (11/4/2021). MY bekerja sebagai petani.

“Yang mana akun tersebut (Utuch Gerhana, red) dioperasikan oleh NH berkomentar di sosial media sosial Facebook grup Habar Banua Plus atas tenggelamnya anggota polresta banjarmasin yang berdinas di Polsek Banjarmasin Tengah, Bripka Mashudin,” kata Iptu Soebagiyo kepada banjarhits.com, Minggu (11/4/2021).

Bripka Mashudin tenggelam di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin saat mengenjar buronan penganiayaan di area Jembatan Sudimampir, Pelabuhan Bawang, Kecamatan Banjarmasin Tengah pada Jumat (9/4/2021). Jasad almarhum ditemukan mengapung di Sungai Martapura depan Balai Kota Banjarmasin pada Minggu pagi (11/4).

Atas peristiwa itu, menurut Iptu Seobagiyo, terlapor NH menulis komentar: “aku ktju hja yg kya bubuhan buserr tu mati x k’kyto,ibaratt d hadapan q gend larutt kd hkn mnolong…..perhatian bubuhan buserr nie bejatt bnr, manyiksa manusia ky m’nyipack,sudach tamparr nie kyh orang kdk kw di kisach…,kucing haja kd tsipack mkn iwak seikung,af lagi manusia,kdk b’prikemanusiaan lalu fnk.kdk sesuai lwn kesalahan orang hja gend masack di pukuli x af lgi maling.”

Sesudah mengunggah dan dikomentari oleh pengikut grup Habar Banua Plus, kemudian pemilik aku Utuch Gerhana menghapusnya.

Setelah menghapus, kata Iptu Soebagiyo, akun Utuch Gerhana memposting penyataan maaf di grups Habar Banua Plus. Permintaan maaf oleh MY isinya: “mohon kira seluruh anggota kepolisian seluruh kalsel mau sudi kira x menerima ke salah khilaf kata².”

BACA JUGA  Untold Story: Sahabat Wartawan di Dua Penjara

“Alasan NH memposting hal tersebut dikarenakan rasa sakit hatinya kepada polisi. Sebab suaminya yaitu MY, pernah berurusan dengan hukum dalam perkara menjual narkotika jenis zenit dan membawa sajam pada tahun 2018 dengan vonis 2 tahun 7 bulan, dan keluar dari Lapas Barabai sekitar tahun 2019,” lanjut Iptu Soebagiyo.

Setelah polisi memeriksa terhadap kedua orang tersebut, MY dan NH membuat video klarifikasi permohonan maaf kepada seluruh anggota kepolisian.

MY dan NH juga membuat pernyataan dalam bentuk surat yang dibubuhi tanda tangan di atas materai dan ketahui oleh Wahyuni, penjabat Kepala Desa Panggang Marak, Kecamatan LAS. “Kemudian kedua orang tersebut diijinkan pulang dengan sarat tidak mengulangi perbuatannya lagi dan lebih hati-hati dalam penggunaan sosial media,” ucap Iptu Soebagiyo.

Menurut dia, permasalahan ini sudah selesai. Soebagiyo mengimbau masyarakat bijak dalam bermedia sosial.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Titian Antasan Bromo Makan Korban

Read Next

Kesan Bupati Batola Terhadap Eks Ketua DWP

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *