Perkembangan Covid-19 di Kalimantan Selatan

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor saat wawancara. Foto: banjarhits.com

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Muslim, menuturkan status orang dalam pengawasan (ODP) virus corona alias Covid-19 di Kalsel sebanyak 123 orang. Menurut dia, ODP paling tidak ada riwayat ke tempat lokasi yang sudah positif Covid-19.

Bagi ODP yang tidak pernah ke lokasi terpapar Covid-19, Muslim memastikan bisa dirawat padaa setiap fasilitas kesehatan, tidak harus dirawat di rumah sakit rujukan. Ia mengimbau 13 pemerintah kabupaten/kota aktif melaporkan update pasien dalam pengawasan Covid-19.

Tersisa 123 orang se-Kalsel. Kondisinya stabil dan makin membaik.

Kepala Dinkes Kalsel M Muslim.

“Melaporkan per enam jam update-nya. ODP yang diawasi 14 hari di rumah, tersisa 123 orang se-Kalsel. PDP tetap dirawat 5 orang, kondisinya stabil dan makin membaik. Karena kita belum mendapat hasil itu, protokolnya tetap jalan,” kata Muslim setelah rakor gugus tugas Covid-19 se-Kalsel di kantor Setdaprov Kalsel, Jumat (20/3/2020).

Pemprov Kalsel dan perwakilan dari 13 pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel menggelar rapat koordinasi gugus tugas pengendalian virus corona atau covid-19 pada Jumat sore (20/3/2020). Menurut Muslim, ada beberapa poin kesepakatan untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Yang pertama, kita masih siaga darurat. Karena itu kebijakan-kebijakan terkait ini menjadi guidance, terutama kabupaten/kota. Kemudian terkait memantapkan persepsi peningkatan untuk dirujuk, yaitu pasien dalam pengawasan (PDP),” kata M Muslim.

Penilaian PDP Covid-19 ditentukan hasil diskusi antara dinas kesehatan yang merujuk, tim rumah sakit, dan tim medis rumah sakit rujukan. Ia berkata, ketentuan akhirnya pada rumah sakit yang dirujuk untuk menentukan apakah seseorang sudah layak dinaikkan statusnya PDP atau tidak.

Sebab, kata Muslim, ada konsekuensi atas status PDP Covid-19. Oleh karena itu, perlu kesepakatan antar instansi teknis. Selain itu, 13 kabupaten/kota bersama-sama menyiapkan anggaran sesuai kewenangan, dan memfokuskan penggunaan dana untuk penanganan Covid-19 di Kalsel.

BACA JUGA  Pengiriman Barang Melonjak di Pelabuhan Bumiharjo Kumai

“Berbagai skema regulasi dan lain sebagainya disiapkan, jadi tanggung jawab kabupaten/kota dan provinsi. Untuk pemeriksaan akan ditingkatkan pada laboratorium di Banjarbaru, sesuai SK Menkes terkait jejaring laboratorium. Sehingga kita tidak lambat mendapatkan hasil itu,” ujar M Muslim.

Menurut dia, rumah sakit perlu menyiapkan sarana prasarana yang bisa dijadikan rujukan Covid-19 jika terjadi peningkatan status, seperti RSUD Anshari Saleh disiapkan sebagai rumah sakit rujukan, selain RSUD Ulin. Di RSUD Ulin pun akan ditingkatkan fasilitasnya.

“Sampai 40 ruang isolasi sebagai tambahan (RSUD Ulin, red). Itu poin-poin rapat tadi. Rapid test masih diusulkan,” kata M Muslim.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor berkata pihaknya terus bergerak mencegah penyebaran Covid-19. Ia berharap masyarakat di Kalsel memperhatikan pola hidup dan menjaga hubungan sosial antar manusia.

“Salaman pakai dada saja, jangan ke tempat ramai dulu, jaga lingkungan kita. Jaga kebersihkan, dan rajin cuci tangan, cuci tangan jangan malas lah,” kata Sahbirin Noor.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Fakta Baru dari Saksi Kunci Kasus Kekerasan ke Wartawan Tempo

Read Next

Barang Bukti 50 Perkara Dimusnahkan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *