Mahasiswa HST Desak Pengusutan Illegal Logging dan Pemulihan Banjir

Mahasiswa HST demonstrasi di kantor Bupati HST, Kamis (1/4/2021).

Lima orang mahasiswa dari Jaringan Mahasiswa Berdikari menggelar unjuk rasa di kantor Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kota Barabai pada Kamis (1/4/2021). Aksi massa ini merespons bencana banjir bandang di Kabupaten HST.

Atas kejadian itu, massa menyuarakan dua tuntutan kepada Bupati HST periode 2021-2024. Pertama, massa mendesak Pemkab HST segera melakukan langkah pemulihan pasca banjir HST untuk semua sektor terdampak, baik infrastruktur, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Tuntutan kedua, massa mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas persoalan illegal logging di Kabupaten HST. Massa melihat pemulihan pasca banjir parah itu sebagai agenda utama Pemkab HST agar kehidupan warga kembali normal.

“Sayangnya, pemerintah tergolong lambat melakukan recovery. Contohnya rencana relokasi tempat tinggal warga terdampak hingga saat ini belum terwujud,” ucap koordinator aksi, Arbani, kepada banjarhits.com, Kamis (1/4/2021).

Di sisi lain, kata dia, banjir bukan sekedar dipicu curah hujan saja. Melainkan karena berkurangnya tutupan lahan di Pegunungan Meratus yang diduga akibat penebangan pohon secara liar atau illegal logging. Massa sebelumnya jalan kaki bertolak dari STAI Al Washliyah menuju Tugu Lapangan Dwi Warna di Kota Barabai.

Di sana, massa menggelar mimbar bebas dalam waktu singkat. “Pihak keamanan mendesak kami untuk langsung ke kantor Bupati HST. Dan kami mencoba kooperatif saja,” kata Arbani.

Setiba di lobi kantor Bupati HST, massa ingin membuka mimbar bebas lagi. Namun, kata Arbani, massa kembali didesak segera masuk ke kantor bupati untuk beraudiensi.

“Kami hanya diberi kesempatan mebacakan satu kali pernyataan sikap. Padahal kami ingin membuka mimbar bebas dulu di lobi kantor bupati. Harapan besar kami adalah, bupati bisa menemui kami sebagai rakyatnya secara langsung di luar dan duduk bersama berdiskusi,” lanjut Arbani.

BACA JUGA  4 Rekomendasi Komnas HAM atas Kematian 6 Orang Laskar FPI

Lantaran ada desakan dari pihak aparat keamanan, kata dia, massa berusaha kooperatif walaupun sedikit kecewa. Saat audiensi, massa ditemui oleh Sekda HST karena Bupati HST tidak berhadir akibat sakit.

“Sementara pak Wabup tidak bisa berhadir alasannya, kata pak Sekda karena ada agenda lain. Kami menyampaikan dua tuntutan,” ujar Arbani.

Mahasiswa HST menuntut pemulihan pasca banjir saat aksi di Lapangan Dwi Warna, Kamis (1/4/2021).

Menurut dia, Sekda HST menerima tuntutan mahasiswa. Namun, Arbani menyesalkan Sekda HST enggan menandatangi surat pernyataan dari mahasiswa itu. Padahal, surat itu sebagain bentuk penerimaan aspirasi dari mahasiswa.

“Dengan alasan ditakutkan nantinya ada salah penafsiran kata dalam pernyataan kami tersebut. Kami ingin ada bukti fisik bahwa beliau memang menerima tuntutan kami tersebut. Tapi sayangnya beliau tidak mau. Kami menyayangkan hal ini,” ucap Arbani.

Toh, Arbani tetap mengawal tuntutan aspirasi mahasiswa, terutama yang berkaitan dengan pemulihan pasca banjir. Apabila tidak ada perkemabngan di lapangan,maka tidak menutup kemungkinan mahasiswa akan menggelar aksi serupa dengan massa yang lebih banyak.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Hujan Deras, Banjir Mulai Merendam Karang Bintang

Read Next

Pj Gubernur Kalsel: Penting Pemetaan Zona Covid

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *