Pelindo III Dukung Konsorsium Jalan Lingkar Selatan

Rapat pembahasan konsorsium Jalan Lingkar Selatan Kota Sampit, Senin (29/3/2021).

PT Pelindo III Pelabuhan Bagendang, Pemkab Kotawaringin Timur, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kalimantan Tengah, dan sejumlah korporasi besar mengebut upaya penanganan sementara kerusakan Jalan Lingkar Selatan di Kota Sampit.

Para stakeholder itu membahas rencana pembentukan konsorsium penanganan kerusakan Jalan Lingkar Selatan atau Jalan mohammad Hatta, Kota Sampit. Pertemuan digelar di ruang rapat Anggrek Tebu, kantor Bupati Kotawaringin Timur pada Senin (29/3/2021).

“Sebagai percepatan perbaikan akses jalan dari kawasan industri atau perekonomian menuju Pelabuhan Bagendang,”ucap General Manager Pelindo III Pelabuhan Bagendang, Akhmad Fajar kepada banjarhits.com, Selasa (30/3/2021).

Ia melanjutkan, forum rapat ini dihadiri unsur Pemkab Kotim, perusahaan besar swasta bidang perkebunan sawit, pengurus ALFI Kalteng, dan Pelindo III Pelabuhan Bagendang. Fajar berkata pihaknya akan mengikuti keputusan dari Pemkab Kotawaringin Timur atas rencana tersebut.

“Sebelumnya pernah dilakukan konsorsium pengusaha untuk membangun jalan agregat ke Pelabuhan Bagendang yang sampai saat ini digunakan,” lanjut Akhmad Fajar.

Pihak Pemkab Kotim, kata Fajar, menyampaikan bahwa kondisi anggaran daerah yang terbatas sehingga kekurangan dana untuk membiayai ruas jalan yang belum tertangani sepanjang 1.985 meter atau 1,985 kilometer. Ruas jalan sepanjang itu dalam kondisi rusak berat dan rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

Hasil rapat para pihak ini sepakat memilih alternatif kedua untuk penanganan sementara ruas Jalan Lingkar Selatan sepanjang 1.985 meter. Estimasi biaya yang dibutuhkan Rp 3.350.000.000. Menurut Fajar, pertimbangan alternatif kedua karena masa manfaat penanganan lebih panjang.

“Kemudian hasil rapat ditentukan komposisi prosentase pembiayaan secara gotong royong,” ucap Fajar.

Rincian komposisi pembiayaan terdiri atas perusahaan besar swasta dan PT Pelindo III sebesar 93 persen dari total biaya yang ditawarkan pada alternatif kedua tadi. Adapun ALFI menyumbang 7 persen.

BACA JUGA  Pantai Turki Dibersihkan Relawan Lingkungan

Besaran dana pembiayaan ini dibagi secara proporsional yang dipakai untuk penanganan ruas jalan sepanjang 1,985 kilometer. “PBS akan dikorelasikan dengan jumlah produksi masing-masing perusahaan,” ujar Akhmad Fajar.

Namun, menurut Fajar, komposisi 93 persen dan 7 persen belum final karena masih ada rapat lanjutan yang akan diagendakan oleh Pemkab Kotawaringin Timur pada awal April 2021.

Ruas Jalan Lingkar Selatan Kota Sampit memiliki panjang 6.921 meter. Panjang jalan yang tertangani 4.936 meter, dan 1.985 meter sisanya belum tertangani.

Aktivitas Pelabuhan Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Lingkar Selatan Kota Sampit merupakan jalan strategis yang menghubungkan Jalan Jenderal Sudirman dengan poros Jalan HM Arsyad. Jalan Lingkar Selatan salah satu infrastruktur yang punya peran vital dalam pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

PT Pelindo III Pelabuhan Bagendang di bawah area kerja PT Pelindo III Regional Kalimantan. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III merupakan perusahaan yang berperan dalam mengelola dan membawahi 43 pelabuhan umum di tujuh wilayah provinsi Indonesia.

Didirikan pada 1 Desember 1992, perseroan terus melakukan pengembangan dan memberikan layanan terintegrasi di segmen penyediaan jasa kepelabuhanan. Hingga saat ini, perseroan juga berperan sebagai perusahaan induk (holding company) dari anak usaha yang ada.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Awal 2021, Penjualan Eceran Menurun di Banjarmasin

Read Next

Petani Tamban Masih Tanam Raya saat Pandemi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *