6 Poin Sikap Mahasiswa HST atas Nasib Meratus

demo tolak omnibus law

Mahasiswa demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Banjarmasin, Kamis (15/10/2020). Foto: dok banjarhits.com

Telah diadakan konsolidasi bersama mahasiswa Hulu Sungai Tengah (HST) pada Selasa 23 Maret 2021 malam sekitar pukul 20.47-22.00 WITA melalui aplikasi Google Meet yang diikuti kurang lebih 25 mahasiswa yang terdiri dari:

  1. Unsur Ketua/Perwakilan Organisasi Mahasiswa di HST dalam hal ini KM2HST, DEMA STAI Al-Washliyah, Senat Mahasiswa STKOM Sapta Komputer, HMI, PMII dan KAMMI.
  2. Unsur mahasiswa HST pada umumnya.

Melalui siaran pers ke banjarhits.com, pada konsolidasi tersebut dibahas berbagai isu krusial yang terjadi di HST sejak 2017 hingga 2021, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Ancaman eksploitasi tambang batu baru di HST dengan terbitnya SK Menteri ESDM nomor 441.K/30/DJB/2017 tertanggal 4 Desember 2017 tentang Operasi Produksi perusahaan tambang batu bara PT MCM.
  2. Terjadinya kelangkaan dan mahalnya harga pupuk bersubsisdi pada musim bercocok tanam padi tahun 2020 dan pada pasca banjir 2021.
  3. Terjadi bencana banjir besar pada awal 2021 yang mengakibatkan ribuan jiwa harus mengungsi, infrastruktur pribadi dan publik terendam/rusak/hilang, ekonomi anjlok, dan terjadi traumatik.
  4. Berkurangnya tutupan lahan di wilayah Meratus. Ada penurunan tutupan lahan sebanyak 23 persen selama 3 tahun terakhir. Pada 2018, tutupan lahan masih diangka 61 persen. Pada 2020, tutupan lahan di HST hanya tersisa 38 persen saja. Bukaan lahan ini diduga akibat penebangan pohon secara liar atau illegal logging di wilayah Meratus.
  5. Baliho sosialisasi salah satu perusahaan yang menerangkan bahwa ada operasi produksi komunitas tambang adesit terpasang pada pertengahan Maret 2021 di dua titik di Desa Tandilang, Batang Alai Timur.
  6. Terjadinya kekerasan fisik terhadap tokoh masyarakat Batang Alai Timur (BAT) sekaligus aktivis lingkungan hidup Kosim, Senin 22 Maret 2021. Kekerasan ini diperkirakan berkaitan dengan penolakan izin tambang andesit yang selama ini disuarakannya. Bedasarkan hasil diskusi bersama, dipandang perlu untuk melakukan sebuah gerakan dalam menyikapi isu-isu tersebut. Telah disepakati bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan gerakan aksi unjuk rasa (parlemen jalanan) untuk menyuarakan aspirasi/tuntutan kalangan mahasiswa atas isu-isu yang terjadi di HST. Mengenai hal teknis terkait aksi ini akan dikonsolidasikan lebih lanjut.
     
    Semoga konsolidasi ini menjadi titik awal persatuan dan perjuangan mahasiswa HST untuk memberikan catatan sejarah untuk memastikan HST yang adil dan makmur. “Tidak ada yang dapat kita wariskan sebagai mahasiswa, selain PERJUANGAN! Salam Satu Perjuangan!”
BACA JUGA  Pernyataan Sikap AJI Surabaya atas Dugaan Union Busting Manajemen Jawapos

Hulu Sungai Tengah, 23 Maret 2021
Tertanda,

Mahasiswa Hulu Sungai Tengah

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

3 Lokasi Tahap Awal E-TLE di Kalsel

Read Next

Sebulan, Kapal Petikemas Kirim Barang 4 Kali ke Batulicin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *