Jelang HKAN 2021, Relawan dan BKSDA Kalsel Tanam Pohon

BKSDA Kalsel tanam pohon di Desa Batakan, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (16/3/2021).

Jelang peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021, BKSDA Kalimantan Selatan melalui Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari bersama relawan Cyber Adventure Indonesia menanam dan perawatan pohon di area Taman Wisata Alam Pelaihari, Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut pada Selasa (16/32021).

Mirta Sari, Kepala SKW I Pelaihari menjelaskan penanaman yang dilaksanakan merupakan bagian dari pemulihan ekosistem yang dilaksanakan oleh BKSDA dengan menggandeng masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Lestari.

KTH ini merupakan kelompok kemitraan konservasi, penanaman dimulai sejak tahun 2020 dengan area tanam seluas 35 hektare dan jumlah penanaman 3.500 bibit, yang terdiri dari tumbuhan kayu dan pohon, jenis galam, gamal, angsana, trambesi, eucaliptus, durian, sirsak, jengkol, cempedak, kelapa, dan nangka dengan jarak tanam 10×10 meter sistem tumpang sari.

“Di area ini kelompok kemitraan konservasi juga bertanam padi, cabai dan sayuran yang hasilnya dipergunakan untuk keperluan sehari-hari, bukan untuk tujuan komersil,” beber Mirta Sari.

Kepala Resort Taman Wisata Alam Pelaihari, Alfian Soehara menambahkan, bibit tanaman pohon dan kayu yang ditanam merupakan hasil pembibitan milik SKW I – TWA Pelaihari dengan bekerjasama kelompok kemitraan setempat.

Mahrus Aryadi, M.Sc Kepala BKSDA Kalimantan Selatan yang turut hadir di lokasi penanaman, memberi arahan kepada kelompok masyarakat binaan, dalam penjelasannya menyebutkan penanaman yang dilaksanakan bertujuan untuk pemulihan ekosistem sekaligus penahan dan pelindung alami dari hembusan angin pesisir yang cukup kuat.

“Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak, selain itu hasil buah-buahannya dapat menjadi penopang kebutuhan pangan masyarakat. Semoga dalam waktu beberapa tahun ke depan petani binaan dapat berdaya mandiri,” jelas Mahrus.

Ketua KTH Lestari, Mahyu berharap agar pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh SKW I dapat terus berkesinambungan, khususnya dalam memberikan pelatihan maupun sosialisasi aturan yang berlaku sehingga tidak mengganggu hubungan sosial antar kelompok di masyarakat.

BACA JUGA  Gumpalan Sabu Milik Utuh Disimpan di Pot Bunga

Penilaian Konservasi

Di sela kegiatan juga dilaksanakan penilaian konservasi oleh Tim BKSDA Kalimantan Selatan terhadap pertumbuhan tanaman yang telah ditanam sebelumnya, sehingga diketahui tingkat pemulihan ekosistemnya.

Mila Rabiati, Koordinator penilaian konservasi BKSDA Kalimantan Selatan, yang turun ke lapangan bersama timnya menjelaskan bahwa penilaian konservasi ini dilaksanakan sejak tahun pertama dan kedua untuk memperoleh gambaran keberhasilan pemulihan ekosistem.

“Kami berharap agar setidaknya 5 tahun ke depan wilayah yang ditanami dapat tumbuh menjadi area penyangga kawasan konservasi” tutup Mila.

Kegiatan pemeliharaan dan penanaman pohon di area KTH Lestari juga melibatkan organisasi Cyber Adventure Indonesia, kelompok aktivis lingkungan yang konsern terhadap kegiatan konservasi alam dan penggagas Gerakan Tanam dan Asuh Pohon yang menyasar anak usia sekolah dasar hingga menengah atas di Kabupaten Tanah Laut.

“Semoga kegiatan penanaman dan pemeliharaan di KTH Lestari ini akan berdampak positif bagi masyarakat setempat” harap Adiguna, salah satu relawan Cyber yang terlibat aksi HKAN 2021.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Jelang Ramadan, Pemprov Kalsel Kawal Bahan Pokok

Read Next

Wabup Batola: Insyaallah Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Juli 2021

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *