Kasus Bocah Keracunan Massa Berakhir Damai

Kesepakatan damai kasus keracunan massal di Desa Datu Kuning, Kamis (11/3/2021).

Peristiwa belasan bocah keracunan massal berakhir perdamaian. Upaya damai ini selaras dengan program 100 hari kerja Kapolri yang berupaya menyelesaikan kasus perhatian publik lewat restorative justice, seperti keracunan massal di Desa Datu Kuning, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan lewat Kapolsek Amuntai Kota Ipda Doni Herawan berkatan upaya damai digelar pada pukul 11.30 wita, Kamis (11/3/2021). Menurut Doni, restoratif justice sebagai bentuk penyelesaian perkara untuk menciptakan penegakan hukum yang berkeadilan dan percepat penyelesaian penanganan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.

“Sesuai permintaan berbagai pihak terkait keracunan massal sehingga diadakan restorative justice, dengan bentuk mediasi musyawarah terkait terjadinya keracunan massal pada hari senin tanggal 08 maret 2021 sekira jam 14.00 wita di Desa Datu Kuning,” kata Ipda Doni Herawan kepada banjarhits.com, Jumat (12/3/2021).

Kegiatan dihadiri oleh Kapolsek Amuntai Kota Ipda Doni Herawan, Kepala Desa Datu Kuning Abul Basir, Bhabinkamtibmas Desa Datu KUning Aipu Noryadi, Babinsa desa Datu Kuning Serda Nasrullah, anggota Polsek Amuntai Kota Bripka Bambang Sumantri, aparat Desa Datu Kuning, kader POSYANDU desa Datu kuning termasuk RU dan HE selaku petugas menyiapkan makanan saat pelaksanaan Posyandu selanjutnya disebut pihak pertama, dan para korban dan orang tua disebut pihak kedua.

Kejadian keracunan massal berawal pada Senin 8 maret 2021 sekira jam 09.00 wita. Saat itu, diaksanakan kegiatan Posyandu di Desa Datu Kuning, Kecamatan Amuntai Tengah, wilayah hukum Polsek Amuntai Kota.

Dalam kegiatan tersebut dibagikan makanan tambahan yang berupa nasi sop dan kotakan oleh RU dan HE selaku petugas penyedia makanan tambahan. Hal ini sudah rutin setiap kali diadakan kegiatan Posyandu.

BACA JUGA  Menteri Edhy Ditangkap KPK, Bu Susi Trending Topic Twitter

“Kegiatan berlangsung sampai jam 12.00 wita. Sekira pukul 14.00 beberapa orang tua melaporkan kepada aparat desa bahwa anak-anak mereka mengalami muntah-muntah. Selanjutnya oleh aparat desa anak-anak tersebut dibawa ke Puskesmas Alabio dan RSUD Pembalah Batung Amuntai,” ucap Ipda Doni.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban meninggal dunia. Adapun jumlah balita yang dirawat akibat mengkonsumsi makanan tambahan tersebut berjumlah 21 orang

Menurut Doni, semua korban telah kembali ke rumah masing-masing setelah dinyatakan sembuh oleh pihak Puskesmas Alabio dan RSUD Pembalah Batung.

“Setelah diadakan musyawarah, kedua pihak membuat kesepakatan bersama perjanjian perdamaian yang dituangkan dalam Surat Pernyataan Perdamaian dan ditandatangani bersama,” ucap Ipda Doni.

Dengan mengedepankan pendekatan integral antara pelaku, korban, dan masyarakat sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali pada pola hubungan baik dalam masyarakat. “Ke depannya kita lebih waspada agar tidak terulang masalah serupa,” tegas Ipda Doni Herawan.

Adapun butir-butir kesepakatan adalah:

  1. Para Pihak menyadari bahwa kejadian tersebut adalah musibah yang tidak diinginkan.
  2. Kedua Pihak menyadari bahwa tugas-tugas yang dilakukan oleh Pihak pertama adalah tugas-tugas yang bersifat sosial dan merupakan pengabdian pihak pertama kepada warga desa Datu Kuning khususnya dalam menciptakan generasi, anak yang tumbuh kembang secara baik di desa Datu Kuning.
  3. Atas kejadian yang menimpa putra/putri pihak kedua , maka pihak kedua menyatakan tidak akan melakukan tuntutan hukum dalam bentuk apapun kepada pihak pertama baik saat ini maupun di kemudian hari.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Abu-abu Penegakan Hukum Dalam Jerat UU ITE

Read Next

6 Bangunan Hangus Terbakar di Ujung Murung

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *