Warga Kalsel Didorong Tanam Singkong

Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal saat rapat industri tepung tapioka, Selasa (9/3/2021).

Pemprov Kalimantan Selatan mendukung pemenuhan bahan baku industri pengolahan singkong menjadi tepung tapioka. Seperti diketahui PT Cahaya Borneo Sukses Agrosindo masih kesulitan bahan baku, sementara jumlah singkong yang dibutuhkan adalah 1.000 ton/hari.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA pada rapat koordinasi sektor industri tepung tapioka di ruang rapat PM Noor, SetdaProv Kalsel, Banjarbaru, Selasa (9/3/2021).

Menurut Pj Gubernur Kalsel, pemenuhan bahan baku singkong harus dilakukan dengan memaksimalkan lahan milik PT CBSA. Selain itu, mengajak masyarakat menanam di lahan mereka yang kosong dengan cara tumpang sari.

“Manfaatkan potensi yang ada agar bisa bekembang, maksimalkan lahan punya perusahaan, ajak petani menanam dengan cara tumpang sari, sepanjang menaikan pendapatan masyarakat ya silakan,” katanya.

Safrizal juga menyarankan kepada PT. CBSA untuk memanfaatkan limbah cair maupun padat dari singkong salah satunya menjadi pakan ternak. Ia meminta kepada PT CBSA membuka diri terkait harga agar kesejahteraan petani bisa meningkat.

Sebelumnya, Branch Manager PT CBSA, Son Han Min mengatakan, pihaknya kesulitan memenuhi bahan baku. Dari seribu ton yang dibutuhkan perhari, untuk saat ini tidak sampai 200 ton yang didapatkan.

Menurut Son, harga bahan baku tergantung musim, untuk musim hujan singkong yang memiliki kadar pati 20 persen dihargai Rp. 750 perkilo. Sedangkan kemarau singkong yang memiliki kadar pati 20 persen dipatok harga Rp 720 per kilogram.

Setiap penurunan 1 persen akan dipotong Rp 10, sedangkan naik 1 persen akan ditambah Rp 10. Dirinya mengatakan, varietas unggul singkong yang diperlukanya adalah kasetsar, Garuda dan Thailand.

Dikatakanya, untuk panen Kasetsar memerlukan 10 bulan setelah tanam, sedangkan Garuda dan Thailand panen 6 bulan setelah tanam sehingga dapat dipanen dua kali dalam setahun.

BACA JUGA  Buruh Bangunan Ketangkap Jual Sabu ke Polisi

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi menyarakan,PT CBSA meniru pola penentuan harga seperti penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang melibatkan banyak pihak.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Koalisi Masyarakat Sipil Desak UU ITE Direvisi Total

Read Next

3 Bulan Buron, Rahman Nor Ketangkap di Samarinda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *