Puluhan Bocah Keracunan Makanan saat Posyandu

Korban keracunan dirawat di RSUD Pembalah Batung Amuntai, Selasa (9/3/2021).

Puluhan bocah dievakuasi ke RSUD Pembalah Batung Amuntai dan UPT Puskesmas Alabio, Kabupaten Hulu Sungai Utara pada pukul 10.00 – 11.00 wita, Selasa (9/3/2021). Mereka diduga korban keracunan massal setelah melahap makanan saat kegiatan posyandu di kantor Desa Datu Kuning, Kecamatan Amuntai Tengah.

Menurut Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan lewat Kapolsek Amuntai Kota Ipda Doni Herawan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan RSUD Pembalah Batung dan UPT Puskesmas Alabio atas keracuan massal tersebut. Ada 21 jiwa korban keracunan makanan yang dievakuasi ke RSUD Pembalah Batung dan UPT Puskesmas Alabio.

“Korban keracunan massal usai menyantap makanan pada saat kegiatan Posyandu di Kantor Desa Datu Kuning, Kecamatan Amuntai Tengah,” kata Ipda Doni Herawan kepada banjarhits.com, Selasa (9/3/2021).

Ia menuturkan, korban yang dirawat di RSUD Pembalah Batung Amuntai sebanyak 8 orang anak-anak. Namun, lima orang di antaranya sudah pulang ke rumah.

Lima orang ini masing-masing bernama Ahila Erlita (1,7 tahun), M. RIan Bin Gazali Rahman (3 tahun), Nurul Ijati (7 tahun), M. Jami (16 bulan), dan Novita Aulia )13 tahun).

Adapun tiga bocah yang masih rawat inap di RSUD Pemabalah Batung Amuntai sebanyak 3 orang. Mereka terdiri atas Alpin Mubarak (4 tahun), M. Rifki (5 tahun), dan Husin Azkri (3 tahun).

Adapun korban yang dirawat di Puskesmas Alabio sebanyak 13 orang. Sebagian di antara mereka sudah pulang ke rumah pagi tadi sekira jam 10.30 Wita sebanyak 11 orang anak-anak.

Sebelas bocah itu bernama Selvina (12 tahun), Siti Asiah (2,5 tahun), M. Latif (4 tahun), Fikri (2 tahun), Azkia (1,7 tahun), Dia Alfadila (1,7 tahun), Nor Azizah (1,6 tahun), Fatmawati (30 tahun), Bilal (3 tahun), Amira (1,6 tahun), dan Mariatul (1,9 tahun).

BACA JUGA  Di Kalsel, Desa Panggalaman Jadi Kawasan Daulat Pangan

Dua orang bocah sisanya masih rawat inap di UPT Puskesmas Alabio, yakni M. Zaini Zailani (1,6 tahun) dan Alwi (4 tahun). Semua korban keracunan massal berasal dari Desa Datu Kuning, Kecamatan Amuntai Tengah.

“Untuk korban keracunan yang sudah di ijinkan pulang ke rumah karena sudah dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit maupun pihak Puskesmas. Sedangkan untuk korban yang masih dirawat inap karena masih mengalami pusing, muntah dan buang air besar (muntaber),” ucap Ipda Doni.

Pihaknya dan Dinas Kesehatan HSU masih menyelidiki penyebab keracunan massal tersebut.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Rantau Badauh Juara Umum MTQ Batola 2021

Read Next

Anggota TNI-Polri Kompak Disuntik Vaksin Covid

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *