Awal 2021, Arus Petikemas di Pelabuhan Bagendang Melonjak

Pegawai Pelindo III Cabang Pelabuhan Bagendang, Kalteng memeriksa muatan petikemas.

Bencana banjir dan kerusakan infrastruktur jalan di Provinsi Kalimantan Selatan memicu peningkatan arus petikemas dari dan ke Pelabuhan Bagendang di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah.

Menurut General Manager Pelabuhan Bagendang, Ahkmad Fajar, pengusaha logistik mencari jalur alternatif pengiriman barang ke Kalimantan Tengah saat banjir menerjang Kalsel di awal tahun 2021. Sebab, arus petikemas selama ini didominasi lewat Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

“Pasca banjir akses ke Kalteng terhambat, jadi ada berkah di kita (Pelabuhan Bagendang, red). Dalam dua bulan terakhir ini ada kenaikan petikemas,” kata Akhmad Fajar kepada banjarhits.com, Selasa (2/3/2021).

Arus petikemas yang masuk ke Pelabuhan Bagendang berasal dari rute Surabaya, Jakarta, Kumai, dan Batulicin. Menurut Fajar, Pelabuhan Bagendang paling dominan kedatangan petikemas dari Surabaya.

Petikemas kiriman dari Pulau Jawa itu berisi aneka kebutuhan pokok, alat konstruksi, dan pupuk. “Isi yang dibongkar kebutuhan masyarakat, seperti minyak dan sembako. Demikian juga bahan konstruksi dan pupuk,” lanjut Ahkamd Fajar.

Adapun komoditas yang keluar dari Pelabuhan Bagendang didominasi batubara karungan, cangkang kelapa sawit, dan bungkil kelapa sawit. Namun sejak banjir melanda Kalsel, Fajar menyebut bahwa sebagian pengusaha mencari alternatif bahan bakar penolong industri, seperti cangkang sawit.

Cangkang sawit dan bungkil asal Kalteng biasanya diekspor ke Vietnam, China, dan Jepang. Kini, dua komoditas itu memenuhi kebutuhan domestik akibat pasokan dari Kalsel terganjal banjir dan kerusakan infrastruktur jalan.

“Bungkin kelapa sawit untuk pakan ternak, bahkan ekspor ke Vietnam,” ucap Fajar. Area sekitar Pelabuhan Bagendang memang didominasi perkebunan kelapa sawit. Sementara cangkang sawit untuk penolong industri boiler di Jawa.

Aktivitas di Pelabuhan Bagendang, Sampit, Kalimantan Tengah.

Arus petikemas selama dua bulan pertama pada 2021 di Pelabuhan Bagendang sebanyak 10.438 boks atau 10.856 TEUS. Angka ini dengan rincian 4.978 boks atau 5.173 TEUS selama Januari, dan 5.460 boks atau 5.683 TEUS selama Februari.

BACA JUGA  Pengungsi Banjir Diserang Gatal dan Butuh Trauma Healing

Adapun arus non petikemas sebanyak 184.173 ton. Angka ini dengan rincian 90.577 ton pada Januari dan 93.596 ton pada Februari. Sementara jumlah kunjungan kapal sebanyak 62 unit (32 unit pada Januari dan 30 unit pada Februari).

Peningkatan laju arus petikemas di Pelabuhan Bagendang, ini pararel dengan upaya Pelindo III Regional Kalimantan untuk mengoptimalkan pelabuhan-pelabuhan di Kalimantan Tengah. Alhasil, perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan makin bergairah seiring ramainya arus perdagangan lewat Pelabuhan Bagendang dan Pelabuhan Kumai.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Pilkades Serentak di Batola Lewat E-Voting

Read Next

150 Bibit Ulin Dikirim ke Pemkab Tanbu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *