3 Maret, Vaksinasi Kedua Covid di Kalsel

Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal membahas vaksinasi Covid-19 kedua pada Selasa (2/3/2021).

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kalsel akan segera dilakukan dengan menyasar lansia dan petugas pelayanan publik, disusul kelompok prioritas lainnya.

Penjabat Gubernur Kalsel, Dr Safrizal ZA MSi memimpin langsung rapat koordinasi persiapan vaksin massal bersama unsur Polda dan TNI, Satgas Covid-19 setempat, perwakilan MUI, ketua organisasi kemasyarakat/keagamaan, organisasi wartawan, dan lain-lain, Senin (1/3/2021) siang di kediaman gubernur Kalsel. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar dan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim.

Pj Gubernur menyebut, pelaksanaan vaksin dimulai pada 3 Maret dengan memilih kelompok prioritas yang menjadi sasaran penerima vaksin seperti lansia, aparat keamanan, pers, dan kelompok pedagang.

Pelaksanaan vaksin dilakukan secara paralel untuk menghindari banyak kerumunan dan diharapkan banyak masyarakat yang terlayani dalam waktu singkat. “Kita ingin vaksin itu cepat habis,” ujar Safrizal yang menjabat Wakil Ketua Satgas Covid 19 Pusat itu.

Ia menjamin, jika jumlah vaksin tahap kedua ini habis, bisa segera meminta vaksin tambahan kepada Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim menyebut, pada pelaksanaan vaksin massal yang mengambil jargon “ Ayo Bavaksin Barataan” itu, menyediakan 6.940 vial atau 69.400 dosis

Lokasi vaksinasi menggunakan fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta, TNI/Polri maupun BUMN. Selain itu, untuk mempercepat vaksinasi, pemerintah provinsi merencanakan penyediaan armada atau vaksin massal secara mobile.

Diketahui, sejumlah daerah sudah melakukan vaksinasi kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia). Sebanyak 7 juta dosis vaksin mulai didistribusikan beberapa waktu lalu di 34 provinsi di Indonesia. Khusus wilayah Jawa-Bali, mendapatkan kurang lebih 70 persen dari proporsi vaksin yang ada saat ini.

Kementerian Kesehatan memulai vaksinasi tahap kedua pada 17 Februari tadi dan sudah dilakukan sejumlah kota seperti di Jakarta, Surabaya, Banten, Bali, dan Yogyakarya.

BACA JUGA  Senin, Kalsel Terapkan Pembatasan Masyarakat

Pada tahap ini, akan disasar sekitar 38 juta orang di Indonesia dengan perincian, 21 juta lebih lansia dan hampir 17 juta untuk pekerja pelayanan publik. Pemilihan kelompok prioritas untuk divaksinasi berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa organisasi lainnya.

Selain memprioritaskan vaksinasi pada pekerja layanan publik dan lansia, pemerintah juga memprioritaskan vaksinasi pada guru, tokoh agama, pejabat pemerintah, ASN, wakil rakyat, petugas keamanan, pekerja transportasi publik, pekerja di sektor pariwisata hingga wartawan dan pekerja media.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Polisi Gerebek Rumah Pemilik Narkoba

Read Next

Kalsel Prioritaskan Pencegahan Karhutla

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *