Todongkan Pistol ke Istri Siri, SY Ditembak Mati Polisi

Tersangka SY yang tewas ditembak Satreskrim Polres HSU, dan barnag bukti magazine.

Pelarian buronan berinisial SY berakhir di tangan petugas Satreskrim Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara. SY tewas setelah ditembak oleh tim gabungan saat penggerebekan di rumah istri sirinya yang masih berusia 15 tahun pada Minggu malam (21/2/2021).

Pria inisial SY (46 tahun) menikahi M, gadis usia 15 tahun, itu tanpa sepengetahuan dan seizin orang tua dari M. Orang tua dari M melaporkan ulah SY ke Polsek Amuntai Utara akibat menikahi M pada Februari 2020 silam.

Kepala Polres HSU, AKBP Afri Darmawan, berkata polisi terpaksa menembak mati SY karena berusaha melawan petugas ketika digerebek di rumah korban di Kabupaten HSU pada pukul 21.30 wita, Minggu 21 Februari 2021.

Polisi lebih dulu memberi tembakan peringatan, mengingat keselamatan korban yang disandera dan keselamatan warga sekitar. Setelah tiga kali tembakan peringatan tak dihiraukan tersangka, kata Afri, maka petugas menembak ke arah laki tersangka.

“Tapi tersangka tetap membalas menembak dan ahkirnya tersangka jatuh kena tembak arah badan. Saat diberikan pertolongan ke RS Pembelah Batung Amuntai, tersangka meninggal dunia,” tutur AKBP Afri Darmawan saat konferensi pers, Senin (22/2/2021).

Tewasnya SY, suami siri dari M, bermula dari kisah pernikahan keduanya yang tidak direstui orang tua si gadis. Kejadian berawal pada Februari 2020 dimana tersangka SY telah menikahi seorang gadis warga HSU yang masih di bawah.

Keduanya menikah di bawah tangan tanpa sepengetahuan dan tanpa seijin orang tua dari M. Selain itu, kata AKBP Afri, tersangka SY pernah melakukan pencabulan persetubuhan dengan korban M.

Orang tua korban keberatan atas ulah SY, sehingga melapor dan mengadukan tersangka SY ke Polsek Amuntai Utara. Tersangka SY sempat lari ke Kaltim dan masuk dalam DPO sesuai pasal 81 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014.

BACA JUGA  8 Perwira Polres Tanbu Bergeser

Setelah sekian lama DPO, sosok SY kembali mendatangi M di kediaman korban di Kabupaten HSU pada Minggu, 21 Februari 2021. “Yang mana malam tadi sekira pukul 21.30 wita tersangka SY kembali lagi mendatangi dan malah menyandera korban,” ujar Afri.

Mendapat informasi ini, Kasat Reskrim Polres HSU Iptu M. Andi Patinasarani, pimpin langsung anggota dan anggota gabungan lainnya mandatangi keberadaan tersangka SY. Ternyata korban M disandra oleh tersangka.

Menurut dia, tersangka SY menyandera korban dengan posisi menodongkan pistol rakitan laras pendek ke arah korban. Sementara senjata api laras panjang berselempang disanding didepan dada tersangka.

Polisi semula berusaha negosiasi agar korban dilepas, tapi tersangka malah menembakan pistol. Spontan anggota Satuan Reskrim HSU memberikan tembakan peringatan, sambil terus negosiasi.

“Tapi tersangka malah mau kabur sambil membawa korban. Sebelumnya tersangka minta disiapkan sepeda motor, dan tersangka terus melakukan penembakan ke arah anggota,” ucap Afri.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan menunjukkan pistol Walther PPK milik SY.

Tiga kali tembakan peringatan tak digubris tersangka, maka polisi menembak ke arah laki tersangka. Tersangka tetap membalas menembak. Setelah baku tembak, kata Afri, tersangka SY ambruk kena tembak di badan.

“Saat diberikan pertolongan ke RS Pembelah Batung Amuntai , tersangka meninggal dunia,” tutur Kapolres HSU.

Barang bukti yang diamankan seperti satu pucuk pistol jenis Walther PPK kaliber 22 yang bertuliskan hurup arab, lengkap dengan magazine terisi 7 butir peluru kaliber 9 x 19 mm.

Satu pucuk senjata rakitan laras panjang yang bertuliskan ‘panji hitam halipah’ warna silver lengkap dengan magazine yang berisikan peluru 6 butir kaliber 9×19 mm, dan satu butir diluar magazine. Satu paket jimat dan 2 senjata tajam jenis belati beserta babat perut.

“Satu kotak peluru kal 9x19mm merek parabellum isi 35 butir, dan 65 butir peluru kal 9x19mm yang dimuat dalam tas selempang,” kata Afri Darmawan.

BACA JUGA  Cara Desa Nateh Melawan Tambang
Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Dijanjikan Sejak 2019, Jalan Rusak Desa Karangsari Belum Diperbaiki

Read Next

Tekan Covid-19, Kalsel Siapkan Vaksinasi Mobile

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *