Pasca MCM Kalah, Walhi dan Warga HST Incar PKP2B AGM

Direktur Walhi Kalsel Kisworo, Ketua Gembuk HST Romli, dan anggota DPRD HST Fahmi Yazid saat konferensi pers di markas Walhi Kalsel, Minggu (14/2/2021). banjarhits.com

Organisasi masyarakat sipil, Pemkab Hulu Sungai Tengah, dan DPRD bersyukur atas putusan Mahkamah Agung yang menolak Peninjauan Kembali yang diajukan oleh PT Mantimin Coal Mining, pemilik konsesi PKP2B di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Balangan, dan Tabalong. Pada 4 Februari 2021, MA menolak operasi produksi pertambangan PT MCM di bentang Pegunungan Meratus.

Direktur Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, menuturkan putusan ini buah perjuangan panjang masyarakat sejak tahun 1980-an yang konsisten menolak HPH, perkebunan sawit, dan pertambangan batubara. Sejak 28 Februari 2018, pihaknya mendaftarkan gugatan SK Menteri ESDM Nomor 441 Tahun 2017 ke PTUN Jakarta terkait izin operasi produksi PT MCM seluas 5.908 hektare.

“Saya mewanti-wanti perjuangan masih panjang penyelamatan Meratus. Ini kan baru satu perusahaan, ke depan perlu difikirikan lagi. Masih ada Antang Gunung Meratus di sana. Kemenangan ini membuat kita harus lebih semangat,” kata Kisworo Dwi Cahyono saat konferensi pers di markas WALHI Kalsel, Minggu (14/2/2021).

Menurut Kisworo, kemenangan atas MCM jadi momentum masyarakat untuk berjuang mengeluarkan perijinan lain PKP2B dari Kabupaten HST, seperti milik PT Antang Gunung Meratus.

Ia berkata Kalsel darurat bencana ekologis karena 50 persen dari luasan provinsi dibebani izin perkebunan sawit dan pertambangan. Indikasinya bahwa Kalsel sering dikepung kebakaran lahan dan kabut asap jika kemarau, serta kebanjiran saat musim penghujan. Bencana banjir yang mengepung 11 kabupaten/kota di awal tahun 2021 adalah bukti bahwa Kalsel darurat bencana ekologis.

Ketua Gembuk HST, Romli, menuturkan HST satu-satunya kabupaten di Kalsel yang tidak punya tambang dan perkebunan sawit. Romli dan masyarakat terus memelihara HST sebagai penyangga pangan di Kalsel.

“Kami masyarakat HST sangat menolak perkebunan sawit dan batu bara. Ini akan menimbulkan permasalahan sosial di masyarakat,” kata Romli. Menurut dia, banjir bandang di HST sebagai momentum bagaimana pentingnya menjaga kelestarian alam.

BACA JUGA  2021, Kalsel Terima DIPA dan TKDD Rp 25,85 Triliun

Romli bahkan ingin menggalang petisi lagi mengeluarkan seluruh PKP2B dari Kabupaten HST.

Anggota DPRD HST Yazid Fahmi berharap putusan PK MA atas SK Menteri ESDM Nomor 441 Tahun 2017 itu bisa segera dieksekusi untuk melindungi Pegunungan Meratus. Fahmi sepakat mengeluarkan PKP2B lainnya dari Kabupaten HST.

“Suara masyarakat HST yang didengar MA,” ujarnya. Selain tambang dan sawit, ia menegaskan ada indikasi penebangan kayu di hutan lindung yang bisa disebut illegal logging.

Wakil Bupati HST, Berry Nahdian Furqan, berkata Kabupaten HST dibebani izin PKP2B milik PT MCM dan PT AGM. Menurut dia, konsesi AGM mencakup Kabupaten Banjar, Tapin, HSS, dan HST.

“Tidak hanya berhenti ijin MCM, dan pencabutan ijin konsesi AGM di HST. Karena kondisi Meratus yang sangat rawan,” ujar Berry Nahdian Furqan.

Adapun Direktur Walhi Nasional, Nur Hidayati, menambahkan kemenangan ini momentum bagi pemerintah daerah dan DPRD HST menjaga perlindungan menyeluruh esensial Pegunungan Meratus. Menurut dia, UU Cipta Kerja mengurangi signifikan peran pemerintah daerah dan DPRD terkait perencanaan tata ruang.

“Omnibus law beberapa UU diubah, UU Tata Ruang, UU Kehutanan. Perubahan rencana tata ruang tidak lagi memerlukan persetujuan DPRD. Ini potensi kerusakan lebih lanjut wilayah yang saat ini sudah rentan akibat eksploitasi,” ucap Nur Hidayati.

“Langkah awal yang baik, tapi acaman masih banyak,” lanjutnya. Menurut Nur, UU Minerba dikasih keleluasaan luar biasa. Nur berharap Pemkab HST dan DPRD bisa menindaklanjuti perlindungan kawasan Meratus sebagai kawasan esensial.

“Terimakasih untuk semua pihak yang terlibat, Walhi terus mendukung pemerintah yang peduli rakyat dan lingkungan hidup,” lanjut Nur Hidayati.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Kalsel Ajukan 100 GeNose Test Covid-19

Read Next

5 Huntara Sudah Berdiri untuk Korban Banjir HST

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *