2 Bulan Lahan Kebanjiran, Petani Banjar Merugi

Petani di lahan yang kebanjiran di Desa Pematang Baru, Kabupaten Banjar, Rabu (10/2/2021).

Musibah banjir di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar, mengakibatkan kerugian sektor pertanian di Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur.

Saat tim ACT Kalsel menyambangi desa itu pada Rabu (10/2/2021) siang, masih terdapat rumah yang tergenang banjir. Menurut Kepala Desa Pematang Baru, Arbain, sudah dua bulan desa ini tergenang banjir, yang menghambat aktivitas warga desa.

Tak hanya itu, kerugian juga dirasakan warga Desa Pematang Baru yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Menurut Arbain, banyak benih-benih padi yang ditanam oleh petani di desa ini mengalami kerusakan.

“Ada benih padi yang sudah membusuk. Sehingga, untuk kerugian akibat rusaknya sawah pasca banjir, tidak dapat dihitung untuk sementara ini,” kata Arbain.

Akibat rusaknya benih padi di Desa Pematang Baru, praktis para petani di desa tak dapat melanjutkan aktivitas bertani. Sehingga, Arbain berharap adanya perhatian dari instansi terkait untuk kesejahteraan petani.

“Musibah banjir ini memberikan pelajaran bagi kita. Karena baru tahun ini banjirnya yang lumayan dahsyat. Mudah-mudahan ada respons dari pemerintah,” imbuh Arbain.

Tentunya musibah banjir di Kalsel khususnya di Kecamatan Martapura Timur yang berdampak pada sektor pertanian, menjadi perhatian bagi ACT Cabang Kalsel.

Menurut Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin, pihaknya memenuhi kebutuhan pangan petani terdampak di Desa Pematang Baru dan memulihkan perekonomian warga sekitar, khususnya di sektor pertanian yang menjadi hajat hidup masyarakat.

“Insya Allah, tim kami akan berupaya memulihkan perekonomian, agar para petani bisa bangkit kembali setelah menghadapi musibah banjir. Saat ini, tim kami di lapangan tengah melakukan pendataan lebih lanjut terkait dengan dampak kerusakan akibat banjir, salah satunya di sektor pertanian,” kata Zainal.

BACA JUGA  Investigator Telisik Dugaan Limbah Kebun Sawit PT CPKA

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, sedikitnya 33.309 hektare lahan pertanian di Kabupaten Banjar mengalami kerusakan akibat musibah banjir bandang beberapa waktu lalu.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Kejari Tanbu Diminta Telisik Dugaan Perubahan APBD 2021

Read Next

Bayi Masih Bertali Pusar Ditemukan di Masjid Al-Amin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *