Oknum Mahasiswa UIN Antasari Protes Skripsi Dibatalkan Dekan

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari. Foto: Facebook FTK.

Seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Gusti Muhammad Thoriq, mengeluhkan atas pembatalan judul dan dosen pembimbing proposal skripsinya.

Surat pembatalan ini diteken oleh Juairiah selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari pada 1 Februari 2021. Thoriq terkejut ketika baru membaca surat keputusan itu pada 5 Februari lalu. Menurut dia, keputusan ini karena dirinya dinilai tidak lulus mata kuliah metodologi penelitian.

Cerita bermula saat ia mengonfirmasi nilai yang tidak muncul ke dosen mata kuliah metodologi penelitian pada 6 Mei 2020. Sepuluh hari kemudian, dosen pengampu itu mengabarkan bahwa Thoriq tidak lulus mata kuliah metodologi penelitian.

“Ada kejanggalan yang menurut saya aneh yaitu jarak waktu 10 hari untuk menyatakan saya benar tidak lulus pada mata kuliah tersebut. Sedangkan saya mengikuti perkuliahan itu dengan baik dan normal,” kata Gusti Muhammad Thoriq kepada banjarhits.com, Minggu (7/2/2021).

Thoriq pun mengadu ke Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam. Ia diberi saran agar mengikuti kuliah semester pendek. Namun semester pendek ditiadakan. Walhasil, Thoriq harus mengulang mata kuliah metodologi penelitian satu semester, dan menunggu semester baru tiba.

“Saya kerjakan dan konsultasikan proposal skripsi saya dengan dosen pembimbing akademik saya, dan selesai proposal saya, sehingga saya masukkan ke biro skripsi dan diterima dan disahkan,” lanjut aktivis mahasiswa itu.

Seraya menunggu perkuliahan baru, kata dia, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan telah meneken keputusan terkait penetapan dosen pembimbing skripsi semester genap pada 26 Mei 2020. Kemudian tanggal 30 Mei 2020, Thoriq melakukan seminar proposal.

“6 September 2020 saya mengikuti perkuliahan reguler mata kuliah metodologi penelitian sebagai pengulangan. 6 Januari 2021 nilai sudah dipublish oleh dosen pengampu mata kuliah, dan saya dinyatakan lulus,” katanya.

Meskipun sudah lulus mata kulihan metodologi, ia justru menerima surat keputusan pembatalan persetujuan judul dan penunjukan dosen pembimbing seminar proposal skripsi. “Tanggal 6 Februari, surat dekan dalam bentuk hardfile tiba di rumah saya,” kata Gusti Thoriq.

Dari kejadian aneh ini, ia menduga ada represivitas akademik yang dilakukan oleh pihak Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. “Bahwasanya yang mensahkan di awal adalah dekan, dan yang melakukan pembatalan juga dekan tersebut,” ucapnya.

Menurut dia, kalaupun hendak membatalkan seharusnya lebih awal. “Dan sekarangpun mata kuliah saya sudah lulus, bahkan surat itu dibuat jauh pasca nilai saya keluar,” lanjut Thoriq.

Dalam salah satu poin pertimbangan di surat pembatalan, Dekan menilai Gusti Muhammad Thoriq Nugraha tidak lulus mata kuliah metodologi penelitian. Sehingga perlu adanya pembatalan persetujuan judul dan penunjukan pembimbing seminar proposal skripsi. Juairiah belum merespons upaya konfirmasi banjarhits.com.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

3 Pekan Kebanjiran, Wabup Batola Kirim Logistik ke Simpang Nungki

Read Next

Beda Pilihan di Pilkada, Honorer Merasa Diputus Kontrak Pemkab Tanbu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *