Beda Pilihan di Pilkada, Honorer Merasa Diputus Kontrak Pemkab Tanbu

Ilustrasi tenaga honorer. Foto: beritasatu

Seorang tenaga honorer di Dinas Pemadam dan Kebakaran Kabupaten Tanah Bumbu, Riyadi, harus menelan kenyataan pahit selepas pemungutan suara Pilkada Tanah Bumbu pada 9 Desember 2020. Menurut Ratna Sari, istri dari Riyadi, suaminya sudah diputus kontrak di instansi Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Tanah Bumbu sejak Januari 2021.

“Karena alasan mendukung 01. Inya (dia, red) dasar mendukung 01, tapi lain tim suksesnya atau relawannya. Yang anak ranting sama relawan itu ulun (saya, red), laki ulun kada umpat-umpatan (suami saya tidak ikut-ikutan, red),” kata Ratna Sari kepada banjarhits.com, Minggu (7/2/2021).

Pilkada Tanah Bumbu 2020 diikuti tiga pasangan calon bupati-wakil bupati: Syafruddin H Maming-M Alpiyah Rahman (01), Mila Karmila-Zainal Arifin (02), dan Zairullah Azhar-Muhammad Rusli (03). KPU Tanah Bumbu pada 23 Januari 2021, telah menetapkan paslon Zairullah Azhar-M Rusli sebagai Bupati dan Wabup Tanah Bumbu terpilih.

Ratna Sari jelas kecewa karena suaminya diisukan mengundurkan diri. Padahal, menurut dia, Riyadi tidak pernah mengundurkan diri dari tenaga kontrak Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu.

Ratna bilang, suaminya sudah mengabdi di Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu sejak 2012. Lantaran diputus kontrak sejak Januari lalu, kini Riyadi bekerja serabutan sebagai buruh sawit.

“9 tahun sudah begawi (bekerja, red). Sekarang kerja buruh sawit, pak,” ucap Ratna Sari. Ibu rumah tangga itu memang relawan paslon 01 Pilkada Tanah Bumbu di Kecamatan Simpang Empat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tanah Bumbu, Dahliansyah, enggan merespons detail pemutusan kontrak honorer yang beda pilihan di Pilkada Tanbu. “Kami kada (tidak, red) tahu itu, itu bukan ranah kami,” katanya singkat.

Dahliansyah sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya tidak memperpanjang 101 tenaga non-ASN atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemkab Tanah Bumbu. Menurut dia, ada tiga alasan yang mendasari keputusan ini, yakni mengundurkan diri secara pribadi, meninggal dunia, dan tindakan indisipliner.

Ia telah menerima data laporan dari setiap SKPD per 30 Desember 2020. “Alasannya karena 93 (orang, red) mengundurkan diri, 5 orang indisipliner, serta 3 meninggal dunia,” kata Dahliansyah.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Oknum Mahasiswa UIN Antasari Protes Skripsi Dibatalkan Dekan

Read Next

Jadi Korban Banjir, Lansia dan Janda Sei Kitano Terima Bantuan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *