BI Gandeng Ponpes di Kalsel Memulihkan Ekonomi

Pengasuh pondok pesantren bersama Bank Indonesia, Kamis (4/2/2021).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Amanlison Sembiring, berkata momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong lewat sinergi membangun optimisme.

Pihaknya menggandeng pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan
tertua di Indonesia, yang punya peranan mendalam dan sentral di tengah masyarakat.

Namun, ia mengakui masih banyak pondok pesantren dihadapkan tantangan pemberdayaan kemandirian ekonomi pesantren dalam pemenuhan kebutuhan dan keberlangsungan perekonomian di pondok pesantren.

“Sebagai bagian dari dukungan terhadap pemulihan ekonomi, kami memandang perlu dukungan terhadap kemandirian ekonomi pesantren, baik berupa pengembangan unit usaha baru maupun peningkatan kapasitas usaha dari pondok pesantren,” kata Amanlison Sembiring, Kamis (4/2/2021).

Menurut dia, Bank Indonesia memiliki tiga program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren untuk mendukung pesantren sebagai basis arus ekonomi Indonesia.
Pertama, pengembangan berbagai unit usaha berpotensi yang memanfaatkan kerja sama antar pesantren.

Kedua, mendorong terjalinnya kerja sama bisnis antar pesantren melalui penyediaan virtual market produk usaha pesantren sekaligus business matching. “Ketiga, pengembangan holding pesantren dan penyusunan standarisasi laporan keuangan untuk pesantren dengan nama Sistem Akuntansi Pesantren Indonesia atau Santri yang dapat digunakan oleh setiap unit usaha pesantren,” lanjut Amanlison.

Dalam mewujudkan hal itu, tentunya perlu sinergi dan koordinasi antar berbagai pihak yang terkait. Sinergi antara Bank Indonesia, Dinas Koperasi dan UKM, Perbankan serta stakeholder lainnya dalam upaya mendukung dan mendorong kemandirian ekonomi pesantren di Kalimantan Selatan antara lain seperti program linkage usaha pesantren
budidaya ikan haruan.

Menurut dia, implementasi program kemandirian ekonomi pesantren memiliki peran penting karena berkontribusi signifikan menopang dan mendorong keberlangsungan roda perekonomian pondok pesantren serta masyarakat yang ada di sekitarnya.

Bank Indonesia sebagai bank sentral yang merupakan mitra dari pemerintah daerah dan stakeholder lainnya. Pihaknya berupaya memberikan kontribusi yang terbaik melalui kebijakan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren dan berbagai pelatihan seperti bantuan teknis serta Program Sosial Bank Indonesia.

BACA JUGA  Prison Break: Buku yang Tertunda ke Penjara

“Sehingga pondok pesantren diharapkan dapat tumbuh menjadi produktif, inovatif dan keberadaannya mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ucapnya.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Kisah Pilu Guru Honorer Korban Banjir di HST

Read Next

Warga HSS Ketangkap Bawa 11 Paket Sabu di HST

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *