Setelah Wabup Divaksin, Warga Batola Akan Divaksin Corona

Wabup Batola H Rahmadian Noor disuntik vaksin Covid-19, Kamis (4/2/2021).

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) melaksanakan Pencanangan Pemberian Vaksinasi Covid-19 pada Kamis (4/2/2021) di Aula Selidah Marbahan, kantor Pemkab Batola.

Wakil Bupati (Wabup) H Rahmadian Noor menjadi orang pertama sakaligus sebagai sample di kabupaten yang memiliki 17 kecamatan ini, yang diberikan Vaksinasi Covid-19. “Tidak sakit, sama seperti Vaksin pada umumnya. Saya nyatakan, Vaksin Covid-19 ini aman dan halal,” kata Rahmadian Noor, usai divaksinasi.

Setelah Wakil Bupati Rahmadian Noor, suntik vaksinasi dilanjutkan kepada figur-figur daerah lainnya, seperti penjabat Sekda H Abdul Manaf, Wakil Ketua DPRD Mohamad Agung Purnomo, Dandim 1005 Marabahan Ari Priyudono, Kapolres Batola Lalu Moh Syahir Arif, Ketua MUI Kabupaten Batola H Iswaldi, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Batola Yohannes Purnomo Suryo Adi, Ketua DPD KNPI Kabupaten Batola, dan petugas kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Wabup Rahmadian Noor berkata Vaksinasi Covid-19 ini tidak hanya diberikan pada figur daerah saja, tetapi diberikan untuk mayoritas masyarakat. Menurut dia, suntik vaksinasi diberikan kepada mayoritas masyarakat di Kabupaten Batola.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat supaya jangan ragu untuk divaksin karena ia sendiri membuktikan sebagai orang pertama yang divaksin dan ternyata vaksin aman dan halal.

Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Barito Kuala kembali melonjak menjadi 123 orang menyusul terjadinya penambahan 10 orang pasien positif Covid-19, Rabu (3/2/2021). Kabar baiknya di hari yang sama juga terdapat pasien sembuh 9 orang.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Batola dr Hj Azizah Sri Widari menerangkan, tambahan 10 pasien positif baru kali ini didominasi dari Kecamatan Alalak sebanyak 8 orang. Sedangkan 2 lainnya dari Rantau Badauh dan Marabahan.

“Semua pasien positif baru yang semula merupakan pasien kontak erat itu kini menjalani isolasi mandiri di rumah,” ucapnya.

BACA JUGA  Guru Bukan CPNS, BKN: Tenaga Guru Potensi Diganti

Azizah menyatakan, dengan tambahan baru ini, maka total kasus konfirmasi menjadi 1.169 orang yang terdiri dari sembuh 1.032 orang (88,28 persen), meninggal 14 orang (1,20 persen), dan kasus aktif 123 orang (10,52 persen).

Dari 123 kasus aktif ini, lanjutnya, terdapat 27 orang dirawat masing-masing di RSUD H Abdul Azis 2 orang, di RSUD Ulin 1 orang, di RSUD Ansari Saleh 2 orang, dan di Karantina SKB 22 orang. Sedangkan 96 lainnya menjalani isolasi mandiri. Adapula kasus suspek 11 orang dan kontak erat 148 orang.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Bocah Terdampak Banjir di HST Dihibur Dongeng

Read Next

Sahbirin Noor: Warga Terdampak Banjir Sakit Gatal dan Kutu Air

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *