Gegara Banjir, Serikat Petani Kalsel Tolak Food Estate

Lahan pertanian yang direndam air di Kalsel. SPI Kalsel

Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalimantan Selatan, Dwi Putra Kurniawan, tegas menolak usulan food estate yang pernah dilontarkan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. Sebab, kata Dwi, duit proyek food estate lebih baik dibuat perbaikan lahan pertanian yang kadung rusak akibat banjir besar.

“Lebih baik anggaran negara yang merupakan uang rakyat ini digunakan untuk membangun food estate, dialihkan ke perbaikan lahan pertanian yang sudah ada dan rusak akibat bencana,” ujar Dwi Putra Kurniawan, Selasa 19 Januari 2021.

Menurut Dwi, Gubernur Kalsel tidak berkaca dari gagalnya program pembangunan kawasan sentral pertanian di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala pada 2018 silam. Saat itu, Jejangkit ditetapkan sebagai tuan rumah Hari Pangan Sedunia (HPS).

Dwi mengingatkan musibah bencana banjir di Kalimantan Selatan berpotensi membuat Kalsel krisis pangan, jika pemerintah lambat dan keliru menangani.

“Program proyek padat karya rehabilitasi lahan pertanian harus segera disiapkan, dan yang lebih penting adalah melibatkan atau mengajak partisipatif para petani dalam merancang dan mengerjakan program tersebut,” lanjut Dwi Putra.

SPI Kalimantan Selatan merilis hasil pendataan kerugian petani akibat banjir di provinsi setempat. Mengacu data terakhir sampai 18 Januari 2021, SPI Kalsel mendapati 209.884 hektare lahan pertanian pangan rusak yang tersebar di 12 kabupaten/kota.

“Rusak akibat banjir awal tahun 2021 ini. Hanya Kabupaten Kotabaru yang melaporkan masih nihil,” kata Dwi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman, meminta petani tidak cemas karena Pemprov Kalsel sudah menyiapkan bantuan bibit untuk petani yang lahannya kebanjiran. Ia menjamin banjir tidak menganggu stok pangan di Kalsel.

Syamsir bilang stok pangan di Kalsel aman untuk 4 bulan ke depan. Menurut dia, stok beras di Bulog hampir 10 ribu ton, kemudian gabah juga hampir 100 ton. “Kemudian di penggilingan dan lumbung pangan juga masih tersedia dan aman 4 bulan ke depan,” janji Syamsir Rahman.

BACA JUGA  Hujan Deras Melongsorkan Jalan Desa Ayunan Tapin

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, sebelumnya mengajukan usulan kepada pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memajukan pertanian di Kalsel. Sahbirin mengusulkan program food estate seluas 10 ribu hektare yang bakal menjadi areal baru tanaman pangan.

“Melalui bapak Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah diusulkan program food estate di Kalsel seluas 10 ribu hektar,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Syamsir Rahman, Senin 11 Januari lalu.

Menurut Syamsir, Kementerian Pertanian sedang mengkaji dan memilah usulan tersebut. Ia berkata, Kementan masih menunggu hasil program food estate di Kalimantan Tengah.

“Bagaimana polanya yang lebih tepat dan bagus, sesuai arahan presiden nanti tinggal dicontoh saja oleh daerah lain,” kata Syamsir. Kalaupun di Kalsel, menurut dia, lokasi program food estate berada di 3 lokasi yakni Kabupaten Barito Kuala, Tapin, dan Hulu Sungai Tengah.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Cara Unik Istri Sahbirin Noor Bantu Korban Banjir

Read Next

Bank Indonesia Bantu Korban Banjir Kalsel

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *