Parodi Banjir, Ruang Publik, dan Kritik Sosial

Surat teguran dari tim hukum Sahbirin terhadap konten pencemaran nama baik saat banjir. istimewa

Munculnya pernyataan kontroversial dari tim kuasa hukum gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) menyikapi maraknya meme atau parodi banjir yang beredar telah membuat ruang publik menjadi gaduh dan nyinyir.

Di saat warga melawan kepungan histeria banjir, justru ruang publik dijejali ketakutan dan melipat-gandakan kenyinyiran warga, dan makin menurunkan elektabilitas penguasa daerah di mata warga.

Alih-alih penguasa daerah menginjeksi dan memperkuat mentalitas warga menghadapi gemuruh banjir itu, justru mengamputasi semangat hidup warga melalui peringatan dan ancaman lewat tim kuasa hukum.

Beberapa pekan terakhir, jagat media sosial dipenuhi meme-meme lucu yang memparodikan suasana banjir melanda hampir seluruh kabupaten di Kalsel. Meme dan parodi banjir itu sejenak manjadi hiburan, dan sedikit menurunkan tensi ketegangan, kelelahan, dan histeria massal di tengah bandang air.

Kata meme mulai dikenal dalam jagat media sosial sejak diperkenalkan oleh ahli biologi berkebangsaan Inggris bernama Richard Dawkins lewat bukunya The Selfish Gene (1976). Meme berasal dari kata Yunani, Mimeme yang berarti tiruan.

Istilah itu diciptakan oleh Dawkins untuk memaknai dan menginterpretasikan unit gagasan atau state of mind dalam transmisi kultural yang terus direplikasi dalam penyebarannya. Seiring perkembangan media sosial, belakangan kata meme itu diadaptasi oleh internet atau jagat media sosial.

Meme pun semakin mengalami perkembangan bertransformasi secara genuin dengan macam-macam gambar disertai kata-kata lucu dan menggelitik realitas kehidupan.

Terlepas dari maknanya, meme marak dan menjadi instrumen parodi lucu yang hadir di ruang publik. Meme telah menjadi kaki-tangan bagi ruang publik yang mewakili percakapan hati, pikiran, dan perasaan warga.

Meme telah menjadi penyambung lidah mempercakapkan realitas politik, ekonomi, hukum, dan aspek lainnya. Menghadapi ketidak-berdayaan, ketidak-adilan politik dan ekonomi terhadap kekuatan dominan, meme-meme itu menjadi katalisator dan jembatan penghubung pada pusat-pusat kekuasaan atau pemilik kuasa kebenaran.

BACA JUGA  Ahli Pidana UI Digugat, Advokat Ajukan Amicus Curiae

Kita harus berterima kasih kepada Richard Dawkins itu yang mepopulerkan makhluk bernama meme itu. Meme telah menjadi simbol perlawanan di ruang publik saat warga telah kehabisan kosa-kata melawan kekuatan dominan, oligarki, dan para pejabat politik ekonomi di negeri ini.

Pernyataan tim kuasa gubernur bernada provokatif dan oligakis itu, justru tidak membuat simpatik warga Kalsel. Bahkan mengundang kemarahan kelompok warga dan resistensi publik. Sebut saja perlawanan itu datang dari DPC PERADI Martapura-Banjarbaru dan kelompok masyarkat lainnya.

Pernyataan tim hukum itu menjadi bola bunuh diri di tengah kepanikan massal. Pernyataan seperti ini bukan momentum tepat. Melawan arus pikiran publik, arus demokratisasi sama dengan melawan kuatnya derasnya banjir.

Penyataan ini memberikan gambaran perilaku oligarki dan memonopoli kebenaran dan ruang publik. Ruang publik adalah ruang bersama, ruang bebas untuk melukiskan gambaran pemikiran atas realitas kehidupan, demikian kata Jurgan Habermas pemikir dari Jerman.

Ketika diskursus publik hanya berada ditangan pemilik kekuasaan ini adalah bentuk lain banalitas, yaitu bentuk kekerasan dan arogansi kekuasaan, demikian kata Professor Hannah Arendt.

Sebagai akademisi, saya ingin memberikan penilaian bahwa apa yang diucapkan oleh tim kuasa hukum gubernur itu telah merefleksikan apa yang diucapakan oleh Professor Jurgan Hubermas dan Professor Hannah Arendt itu.

Seperti beredar di media sosial bahwa siapa pun yang membuat meme atau memparodikan banjir akan dilaporkan ke penegak hukum pasca banjir nanti. Saya hanya bisa membayangkan bahwa batapa penuh sesak penjara di Kalsel itu.

Akan ada ratusan, ribuan, atau bahkan puluhan ribu orang yang akan masuk penjara bagi pembuat dan penyebar meme dan parodi banjir itu. Atas nama undang-undang ITE warga Kalimantan Selatan akan menyaksikan sidang massal di pengadilan pasca banjir.

BACA JUGA  Timnas U-19 Menang atas Dinamo Zagreb

Sesungguhnya, apa yang disampaikan warga itu sebagai bentuk kritik sosial terhadap realitas sosial, politik, ekonomi, dan carut-marut eksploitasi sumber daya alam di wilayah ini.

Ketika sosial lewat meme itu ketika lembaga-lembaga resmi negara, partai politik, media mainstream larut dalam kekuasaan, meme dan parodi itu menjadi alternatif kritik sosial.

Selama ini, adalah WALHI dan Komunitas Sipil (Civil Society) yang terus menerus memberikan kritikan terhadap mafia tambang dan kepala sawit yang telah beroperasi puluhan tahun. Ekspansi industri dan tambang dan kelapa sawit telah memprok-porandakan sumber daya alam.

Dalam situasi banjir sepeti ini, siapa yang bertanggung jawab? Bencana banjir adalah semua akumulasi kemarahan alam yang sekian lama diperkosa mesin industri tambang dan kelapa sawit. Akhirnya, warga juga yang paling menderita sementara para pengusaha tetap menikmati dari aktivitas tambang dan kelapa sawit.

Oleh karena itu, sudah saatnya warga Kalsel secara bersama-sama membangun kesadaran kolektif mengkritisi kekuatan oligarki dan mafia tambang itu demikian kebaikan dan keselamatan bersama. Yang tersisah saat ini adalah kawan pegunungan Meratus yang menjadi incaran pengusaha tambang.

Kini, lebih separuh wilayah Kalimantan Selatan Selatan telah dikuasai tambang dan kelapa sawit. Lubang-lubang tambang dan kawasan yang gundul menjadi pemandangan telanjang sejauh mata memandang.

Semua ini karena regulasi dan aturan main yang diberikan oleh negara menjadi legalitas formal beroperasinya perusahan tambang yang jumlahnya ratusan. Mesin penghancur itu, warga hanya bisa tertunduk lesu, sedih, dan marah melihat SDA yang sudah hancur itu.

Sekali lagi, musibah banjir saat ini adalah akumulasi kemarahan alam yang tidak terkendalikan akibat keserakahan manusia.

Penulis: Muhammad Uhaib As’ad

Dosen FISIP Universitas Islam Kalimantan Banjarmasin

BACA JUGA  Petugas Lapas Kotabaru Donor Darah
Vinkmag ad
Bagikan ini :

admin

Read Previous

Aksi Terobos Air Ketua PKK Kalsel Demi Korban Banjir

Read Next

Satlantas Ini Ikut Punguti Ilung saat Banjir

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *