9 Komunitas Adat di Kalsel Terdampak Banjir dan Longsor

Rumah rusak akibat longsoran di Komunitas Balai Adat Cabai, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST. AMAN Kalsel

Kepala Bidang Organisasi Kaderisasi Keanggotaan AMAN Kalimantan Selatan, Hasan Effendy, menuturkan sedikitnya ada 9 dari 33 balai komunitas adat terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Ia berkata data ini baru sementara karena masih ada komunitas adat yang belum melaporkan dampak banjir. Menurut dia, tanah longsor akibat tingginya intensitas hujan yang memicu material longsoran menutupi aliran Sungai Labuhan Amas. Alhasil, air hujan meluap di tengah curah hujan yang tinggi.

“Endapan longsoran sungai membuat air sungai meluap. Pertambangan batu bara dan kebun sawit di Kabupaten HSS dan Balangan ikut menyebabakan banjir, salah satu penyuplai dampak banjir,” kata Hasan Effendy kepada banjarhits.com, Senin (18/1/2021).

Hasan mengakui ada penebangan kayu di Hantakan, tapi tebangan kayu itu untuk memenuhi kebutuhan komunitas adat sendiri, seperti pembangunan rumah, balai adat, dan jembatan. Dengan radius tebangan kayu yang sedikit, Hasan yakin tidak mungkin berdampak luas terhadap longsor.

“Ada penebangan kayu, tapi tidak terlalu berdampak,” ucap Hasan. Sembilan komunitas adat ini tersebar pada dua desa: Patikalain dan Datar Ajab.

Di Desa Patikelain, kata dia, Komunitas Balai Adat Papagaran terdampak banjir dengan jumlah 58 KK, 276 jiwa, lima lumbung padi hilang, dan tiga rumah rusak berat. Ada 276 jiwa mengungsi ke Balai Adat Kapusan, Balai Adat Anting-Anting, dan Balai Adat Paduman. Tiga komunitas itu tidak terdampak banjir dan tanah longsor.

Kemudian Komunitas Balai Adat Mandila ada lima KK dan 15 jiwa. Di sana ada 4 orang tertibun longsor. Dua korban sudah ditemukan, dan dua jiwa lainnya dalam pencarian. “Mereka satu keluarga tertimbun longsor bersamaan rumahnya,” kata Hasan Effendy.

Rumah milik warga adat yang ambruk akibat longsor dan banjir di Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST.

Banjir juga menggenangi Komunitas Balai Adat Pantai Uang yang didiami oleh 11 KK dan 62 jiwa. Di sana, ada 4 lumbung padi rusak, dan 4 rumah lenyap terbawa arus. Kemudian Komunitas Balai Adat Ramang 20 KK, dan Komunitas Balai Adat Cabai 10 KK. Untuk dua komunitas adat terakhir, Hasan belum menerima laporan detail jumlah jiwa terdampak banjir.

BACA JUGA  Lewat Seni Melawan Pandemi

“Ada kerusakan ringan rumah 8 KK, dan belum dapat jiwanya. Mereka mengungsi di ladang pisang dekat jalan kampung,” ucap Hasan.

Adapun di Desa Datar Ajab, ada tiga komunitas balai adat yang sudah melapor ke AMAN Kalsel, yakni Rantau Parupuk, Mangkiling, dan Bayawana. Tiga komunitas ini totalnya 89 KK. “Untuk sementara mereka mengungsi ke daerah yang aman di dataran tinggi setempat,” katanya.

Menurut Hasan, masih ada potensi lonjakan korban banjir dari masyarakat adat. Sebab, belum semua komunitas adat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, melapor ke AMAN Kalsel.

Direktur Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, menambahkan pemerintah pusat dan pemerintahan daerah Kalsel hasil Pilkada 2020 mengambil sikap strategis atas bencana banjir besar di Kalsel.

“Kasihan rakyat sudah pandemi Covid-19, dihajar banjir lagi,” kata Kisworo. Padahal, Walhi Kalsel sudah sering mengingatkan bahwa Kalsel dalam kondisi darurat ruang dan darurat bencana ekologis.

Melihat bencana banjir yang terus berulang di Kalsel, Kisworo berkata ada sembilan poin yang mesti diambil pemerintah, yakni:

  1. Tanggap bencana, baik sebelum, pada saat, dan pasca bencana.
  2. Review dan Audit seluruh Perijinan industri ekstraktif.
  3. Setop ijin baru.
  4. Penegakan hukum terutama terhadap perusak lingkungan.
  5. Perbaikan/pemulihan kerusakan lingkungan termasuk sungai, dan dainase.
  6. Review RTRW.
  7. RPJM yang pro terhadap keselamatan rakyat dan lingkungan serta mampu menghilangkan bencana ekologis.
  8. Memastikan keselamatan rakyat dan bencana banjir tidak terulang lagi.
  9. Pemerintah jangan gagap lagi dalam mitigaai bencana.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Satlantas Ini Ikut Punguti Ilung saat Banjir

Read Next

209.884 Ha Lahan Pertanian di Kalsel Rusak Akibat Banjir

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *