Ketua RT di Banjar Diduga Tewas Kesetrum saat Banjir

Kondisi banjir di Kalsel. Dinsos Kalsel

Bencana banjir banyak menelan kerugian materi dan korban jiwa. Kali ini, banjir memicu kematian seorang Ketua RT 12A Komplek Karya Budi 1, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar pada Minggu petang (17/1/2021).

Menurut warga tetangga dari RT 12A, Tukidi, korban Ketua RT 12A meninggal karena dugaan kesetrum saat hendak mencari sambungan listrik ke rumah korban. Saat itu, kata Tukidi, rumah korban tergenang air dan listrik mati.

“Sidin menarik kabel, listrik di rumahnya mati dan banjir. Komplek di depannya kan nyala, jadi sidin menarik kabel ke sana. Kejadiannya menjelang maghrib,” kata Tukidi kepada banjarhits.com, Senin (18/1/2021).

Namun, Tukidi tidak tahu nama korban. Ia juga mendengar kabar meninggalnya Ketua RT 12A gara-gara kesetrum dari kasak-kusuk antar warga.

Adapun seorang warga RT 12B Desa Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Eko Febrianto, membenarkan kabar meninggalnya Ketua RT 12A tersebut. Menurut Eko, warga setempat banyak yang mengungsi akibat debit air tak kunjung surut sejak banjir merendam pada Kamis 14 Januari lalu.

Ketinggian air rata-rata mencapai lutut orang dewasa. “Sampai hari ini level air masih tinggi, sempat surut airnya. Belum ada bantuan datang. Warga butuh sembako dan makanan cepat saji, karena sejak Sabtu, enggak ada yang jualan lagi,” kata Eko.

Ia sadar banjir merata di sejumlah tempat lain di Kalsel. Namun mengingat Sungai Lulut kawasan padat penduduk, Eko meminta bantuan diprioritaskan karena banyak korban banjir belum menerima bantuan.

“BPBD pernah datang setelah menerima laporan. Sebagian mengungsi di Masjid Khairullah,” ujar Eko.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Banjir Kalsel, Rumah Rusak Dapat Dana Renovasi

Read Next

Kunjungi Banjir Kalsel, Jokowi Lihat Jembatan dan Berbagi Sembako

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *