6 Kecamatan Banjir, Batola Tanggap Darurat Banjir

Wabup Batola H Rahmadian Noor meninjau lokasi banjir di Desa Tanipah, Kamis (14/1/2021).

Kabupaten Barito Kuala (Batola) kini berstatus tanggap darurat banjir. Itu diputuskan menyikapi peningkatan debit air yang cukup parah melanda 6 kecamatan di wilayah Batola ,seperti Jejangkit, Mandastana, Kuripan, Tabukan, Bakumpai, dan Alalak.

Usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) forkopimda, SKPD terkait, BPBD, PMI, para BPK, dan sejumlah relawan di Aula Selidah, Kamis (14/01/2021), Wakil Bupati Barito Kuala H Rahmadian Noor langsung terjun ke lapangan.

Didampingi Komandan Kodim 1005 Marabahan Letkol Arm Ari Priyudono dan Kapolres Batola AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif, beserta masing-masing jajaran dan camat, Rahmadian Noor meninjau kecamatan terparah di Jejangkit dan Mandastana.

Di Kecamatan Jejangkit, dari 7 desa yang ada nyaris semua terendam. Sementara Kecamatan Mandastana, dari 14 desa, hanya 2 desa tidak terendam yakni Karang Indah dan Karang Bunga.

Sedangkan banjir terparah melanda Desa Antasan, Tatah Halayung, dan Pantai Hambawang. Ketinggian air di tiga desa ini berkisar antara 50 – 70 centimeter yang menyebabkan hampir semua rumah penduduk, tempat ibadah, sekolah, perkantoran, dan fasilitas umum lainnya terendam.

Sejumlah warga yang mengalami kebanjiran harus mengungsi ke rumah sanak saudara yang rumahnya lebih tinggi. Sedangkan barang-barang berharga, seperti padi dan lainnya terpaksa ditempatkan di tempat yang lebih tinggi atau dititipkan di tempat keluarga.

Berbeda dengan warga Desa Tanipah Kecamatan Mandastana, mereka telah membuat Posko Darurat Banjir di Pasar Rakyat Tanipah. Bahan-bahan sembako seperti padi dan beras diangkut ke posko tersebut dengan dibantu warga dan para relawan.

“Sebetulnya banjir ini sudah berlangsung sejak tujuh hari yang lalu namun yang terparah sejak tadi malam (Rabu malam, 13/01/2021) akibat tingginya curah hujan serta adanya kiriman air dari kabupaten tetangga,” tutur warga Jejangkit, Imberan.

BACA JUGA  Pilbup Kotabaru, Burhanudin: Tak Mampu Saweran

Seorang warga Kecamatan Mandastana, Rudi menyatakan, banjir kali ini terparah sejak 15 tahun terakhir. “Dulu di sini juga pernah dilanda banjir besar namun tak separah sekarang,” paparnya kepada Wabup Rahmadian Noor.

Wabup menyatakan, untuk menyikapi musibah banjir ini pihaknya telah menetapkan status tanggap darurat sejak 14 – 29 Januari 2021 dalam rangka penanganannya melalui upaya memaksimalkan sumber daya yang ada baik dari segi peralatan, tenaga, maupun biaya.

Saat ini, sebut wabup yang akrap disapa pak Rahmadi itu, Pemkab Batola telah mempersiapkan gardu induk yang terdapat di depan Kompleks Perumahan Kota Mahatama GBN yang berada di Kecamatan Mandastana.

Gardu induk dilengkapi dapur umum untuk memasok makanan buat warga yang terdampak yang diback-up para relawan, PMI, para BPK, BPBD, TNI , petugas kepolisian, dan lainnya.

“Nanti bahan makanan atau sembako maupun jenis lainnya yang tersedia akan didistribusikan ke titik-titik banjir,” papar Rahmadi.

Menanggapi rencana evakuasi terhadap kemungkinan adanya korban, wabup menyatakan, pihaknya menyediakan sarana yang bisa dimanfaatkan di lokasi kering seperti perkantoran, gedung-gedung olahraga, hingga sekolah.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Batola, Sumarno menerangkan, dalam upaya persiapan sarana untuk penanggulangan banjir berupa perahu karet, sarana mobilitas, tenda, di samping disediakan dapur umum.

Mengingat untuk saat ini yang sangat diperlukan masyarakat terdampak berupa kebutuhan makan siap saji berupa nasi bungkus maupun air mineral lantaran mereka tidak bisa memasak akibat rumah mereka terendam air.

“Saat ini data yang sudah masuk ke kita kurang lebih 2.000 warga yang terdampak untuk 3 kecamatan yakni Jejangkit, Mandastana, dan Alalak,” paparnya.

Selain bahan makanan, lanjut Sumarno, pihaknya juga menyediakan sarana seperti perahu karet bagi warga Desa Tanipah dan Puntik Tengah Kecamatan Mandastana untuk keperluan evakuasi warga dan barang-barang berharga.

BACA JUGA  Nasib 3 Petani yang Gugat Menteri LHK dan Menteri Keuangan

“Untuk yang pengungsi kami telah menyediakan perkantoran, sekolah, dan tempat olahraga bahkan kantor kecamatan sebagai lokasi penampungan. Sedangkan pengangkutannya akan dilakukan para relawan maupun organisasi seperti PMI, Tagana, BPBD, BPK dan lainnya,” jelasnya.

Dalam upaya mempermudah hubungan untuk segala keperluan, terang Sumarno, BPBD menyediakan alat komunikasi baik dari ORARI mapun RAPI agar dengan adanya sarana itu nantinya warga bisa memanfaatkannya.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

BMKG: Cuaca Ekstrem di Kalsel Dipicu Atmosfer Labil

Read Next

Banjir Meluas, Sahbirin Noor: ASN Pemprov Kalsel Bergerak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *