Bencana Banjir Kepung Kalimantan Selatan

Relawan ACT Kalsel menolong korban banjir di Tanah Laut, Senin (11/1/2021).

Tingginya intensitas hujan memicu bencana banjir di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, Selasa (12/1/2021). Luapan air menggenangi permukiman penduduk di Kecamatan Pengaron, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar; Cempaka, Kota Banjarbaru; dan Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar Irwan Kumar mengatakan, setidaknya ada 7 kecamatan di Kabupaten Banjar terendam banjir, yakni Kecamatan Pengaron, Astambul, Martapura Kota, Martapura Timur, Martapura Barat, Karang Intan, dan Kecamatan Sungai Tabuk.

Untuk Kecamatan Sungai Pinang, sebagian Desa terdampak luapan air Sungai Kiwa. Data sementara desa yang terdampak, seperti Desa Belimbing Lama dengan ketinggian air 20 centimeter. Desa Rantau Bakula, dengan ketinggian air di dalam rumah 20-30 centimeter.

Kemudian Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, ketinggian air di dalam rumah mengalami peningkatan, dari lantai rumah 100 centimeter, sebagian warga sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman di rumah keluarga kerabat. Adapun data sementara warga yang terdampak 54 buah rumah.

Di Kecamatan Astambul desa yang terendam yakni Desa Pingaran Ulu, dengan kedalaman air melebihi 100 centimeter. Warga terdampak banjir sudah melakukan pengungsian ke sekolah terdekat.

Untuk Kecamatan Martapura Kota, wilayah terendam yakni Desa Bincau Muara, dan Desa Tambak Baru. Data sementara yang mengungsi 52 jiwa. Tempat pengungsian di Madrasah Baitul Atiq RT 03 samping kantor desa.

“Murung Kenanga dan Tunggul Irang Seberang, data sementara warga yang mengungsi 125 jiwa, lebih dari 600 rumah warga yang terendam, lebih dari 3000 penduduk yang terdampak,” ujar Irwan Kumar.

Menurut dia, banjir akibat tingginya intensitas hujan pada beberapa hari terakhir. Debit air sungai Riam Kiwa, sungai Riam Kanan dan sungai Martapura mengalami kenaikan hingga melebihi bibir jalan. Luberan air mengakibatkan banjir.

BACA JUGA  Bareskrim Polri Cari Keterangan Banjir Kalsel

Banjir juga menggenangi Desa Banua Tengah, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut pada Selasa (12/1/2021). Waduk penampung air jebol akibat tak kuat menahan debit air hujan.

Wakil Bupati Tanah Laut, Abdi Rahman, mengatakan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menetapkan daerahnya berstatus tanggap darurat bencana hidrometeorologi (banjir, angin puting beliung, abrasi pantai dan tanah longsor).

Penetapan status bencana ini merespons kondisi cuaca buruk yang melanda Kabupaten Tanah Laut beberapa waktu belakangan, bahkan terus terjadi hingga ditetapkan status siaga sejak Desember 2020.

Abdi mengungkapkan, perlu penetapan status bencana dari siaga menjadi tanggap darurat. Bukti pendukung terhadap penetapan status itu berdasarkan fakta-fakta temuan di lapangan, dan ditambah laporan Kepala BPBD Tanah Laut Muhammad Kusri.

Banjir bahkan menggenang ruas jalan utama menuju ibu kota Kabupaten Tanah Laut, Pelaihari.

Menurut Komandan Emergency Response Management (ERM) ACT-MRI Kalsel, Muhammad Riadi, timnya bersama relawan gabungan melakukan evakuasi di beberapa titik banjir.

Tim mengevakuasi barang berharga milik warga hingga warga yang sakit untuk dibawa ke posko pengungsian yang didirikan di dekat posko dapur umum yang didirikan oleh Tagana Dinas Sosial Provinsi Kalsel.

“Kami bekerja dengan bantuan alat seperti perahu karet dan APD lengkap. Alhamdulilah relawan bisa membantu warga untuk menyelamatkan diri dan barang berharga yang ada di rumah,” kata Riadi.

Tim ERM ACT-MRI Kalsel juga akan bergabung di posko dapur umum, untuk memenuhi berbagai kebutuhan penyintas banjir. Apalagi, kondisi banjir yang tidak menunjukkan adanya penurunan, mengharuskan tim ERM ACT-MRI Kalsel untuk bersiaga di posko pengungsian.

“Banjir di Kalsel sendiri bukan hanya terjadi di Kabupaten Tanah Laut. Tetapi juga di Kabupaten Banjar, dimana saat ini juga terjadi darurat pangan. Banjir benar-benar sudah mengganggu aktivitas warga untuk bekerja,” imbuh Riadi.

BACA JUGA  Debat Kusir Haji Denny dan Sahbirin soal Energi Terbarukan

Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin mengajak masyarakat untuk memberi bantuan kepada penyintas banjir di Kabupaten Tanah Laut. Apalagi, dengan banyaknya rumah yang terendam banjir, yang salah satunya di Kecamatan Bati-bati yang cukup parah, memaksa masyarakat untuk mengungsi dari rumah dan aktivitasnya terganggu.

“Bantuan kepada masyarakat penyintas banjir benar-benar sangat dibutuhkan. Bukan hanya berupa makanan saja, tetapi mereka juga memerlukan obat-obatan, karena tidak menutup kemungkinan mereka diserang penyakit gatal-gatal,” kata Zainal.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Tanah Laut, tercatat ada 3.755 rumah terendam banjir di seluruh wilayah berjuluk Bumi Tuntung Pandang. Jumlah ini sendiri tidak menutup kemungkinan akan bertambah, mengingat luasnya sebaran banjir di kabupaten ini.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Terapkan PPKM, Sekda Kalsel Jamin Ekonomi Berjalan

Read Next

BPBD Kalsel: 5 Daerah Terdampak Banjir Awal 2021

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *