Setelah ke DKPP, Ketua Bawaslu Kotabaru Dilaporkan ke Polisi

Tim 2BHD melaporkan Ketua Bawaslu Kotabaru ke Polres Kotabaru, Sabtu (9/1/2021).

Puluhan orang dari Tim Paslon Bupati Kotabaru nomor urut 02 Ir. H. Burhanudin dan Drs. H. Bahrudin (2BHD) berjalan kaki mendatangi Mako Polres Kotabaru, Sabtu (9/1/2021).

Mereka melaporkan dugaan fitnah serta pencemaran nama baik yang dilakukan oleh oknum Ketua Bawaslu Kotabaru. Dari pantauan awak media, pelaporan dugaan pencemaran nama baik ini dilakukan oleh Ketua Tim Pemenangan 2 BHD didampingi Tim Hukum 2 BHD, beserta puluhan Tim Relawan 2 BHD.

Seusai penyerahan bukti pelaporan, Ketua Tim Kemenangan 2 BHD, H. Sutrisno mengatakan, pada hari ini kedatangannya ke Polres Kotabaru untuk melaporkan oknum anggota Bawslu Kotabaru atas dugaan pencemaran nama baik.

“Dimana peryataan yang disampaikan oknum tersebut ada hal yang menyinggung nama 2BHD. Oleh karenanya kami dari sebagian dari Tim merasa tidak nyaman,” kata Sutrisno kepada wartawan, Sabtu (9/1/2021).

Dalam pernyataannya tersebut, Tim 2 BHD dituduh melakukan money politik (politik uang), kemudian dinyatakan melakukan pengumpulan KTP fiktif. Sutrisno merasa dicederai oleh oknum Ketua Bawaslu Kotabaru ini.

“Hal tersebut disampaikan pada tanggal 08 Desember 2020 lalu melalui akun messenger,” ungkapnya. Ia merasa keberatan dan membawa hal ini ke ranah hukum.

Begitu pula Tim Hukum 2 BHD, M. Hafiz Halim, SH menambahkan laporan ini menjalani prosedur dan peraturan yang ada. Halim sudah koordinasi dan rapat dengan seluruh Tim Pemenangan 2 BHD.

“Dan sudah kita lakukan klarifikasi apakah masalah itu benar dikita melakukan money politic, dan apakah ada pengumpulan KTP fiktif, jawaban dari kawan-kawan tim tidak ada,” ucapnya. Pada akhirnya, tim 2BHD sepakat membawa masalah ini ke ranah hukum.

Adapun Ketua Bawaslu Kotabaru, Mohamad Erfan belum merespons upaya konfirmasi banjarhits.com atas pelaporan tersebut.

BACA JUGA  Satgas Pelayanan Publik Evaluasi Disdukcapil Batola

Tim hukum 2BHD sebelumnya mengadukan pribadi Ketua Bawaslu Kotabaru Mohamad Erfan ke Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP) RI. Pengaduan ini kedua kalinya ke DKPP, setelah tim 2BHD melaporkan ketidakpuasan atas putusan lembaga Bawaslu Kotabaru kepada DKPP RI yang mendapat tanda terima nomor 01-04/SET/02/XII/2020.

Menurut Hafidz Halim, pihaknya mengadukan ke DKPP RI atas dugaan penyebaran berita bohong dan fitnah. Halim menilai apa yang dilakukan teradu diduga melanggar Pasal 8 Prinsip Dasar Etika dan Perilaku Aturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik.

Pelaporan terhadap Erfan ke DKPP RI pada 23 Desember 2020, dan diterima DKPP dengan nomor 04-23/SET-02/XII/2020. Pelapor atas nama Rahmadi sekaligus anggota tim hukum 2BHD.

“Tim 2BHD menganggap M Erfan diduga telah melanggar Kode Etik sebagai Ketua Komisioner Bawaslu, Erfan Erf diduga melakukan berita bohong dan hoaks kepada salah satu simpatisan pemilih 2BHD melalui pesan masengger Facebook. Dalam isinya, Erfan Erf menerangkan bahwa Tim Pemenangan Burhanudin telah melakukan money politic dan mengumpulkan KTP fiktif,” kata Hafidz Halim kepada banjarhits.com, Rabu (6/1/2021).

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Read Next

Ini Nama Penumpang Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *