Jukir di HSU Ditikam di Parkiran Praktek Dokter

Rahimahulah, pelaku penusukan terhadap juru parkir di HSU. Polres HSU

Keributan yang berujung penusukan terjadi di parkiran tempat praktek dokter Badrus, Jalan Empu Jatmika, Kelurahan Paiwara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara pada Kamis (7/1/2021) sore.

Menurut Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan lewat Kasatreskrim Iptu Andi Patinasarani, kericuhan melibatkan seorang juru parkir Hendri Setiawan, dan pelaku penusukan, Rahimahullah pada pukul 17.58 wita, Kamis (7/1/2021) di lokasi kejadian. Saat itu, korban Hendri sedang menemani Noval Setiawan yang jaga parkir praktek dokter Badrus.

“Datang terlapor, Rahimahulah langsung memanggil korban. Selanjutnya korban menghampiri terlapor. Pelapor (Noval Setiawan, red) yang saat itu sedang sibuk mengatur parkiran mendengar antara korban dan terlapor bertengkar,” kata Iptu Andi Patinasarani kepada banjarhits.com, Kamis (7/1/2021).

Di sana, Noval melihat Rahimahulah yang sedang berdiri di depan Hendri, tiba-tiba mencabut sebilah pisau dari pinggang pelaku. Rahimahulah lekas menusukkan pisau ke perut sebelah kiri dan pinggang belakang korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka tusuk pada perut sebelah kiri, luka tusuk pada pinggang belakang, serta luka sayat telapak tangan kiri. Setelah menganiaya korban, pelaku pergi meninggalkan tempat kejadian. “Motifnya korban rancak (sering, red) menantang-nantang terus,” lanjut Iptu Andi.

Masyarakat langsung membawa korban Hendri ke RSUD Pambalah Batung Amuntai untuk mendapatkan perawatan. Noval Setiawan melaporkan kejadian ini ke Polres HSU untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Tak butuh waktu lama, Satreskrim Polres HSU meringkus pelaku Rahimahulah di rumahnya lingkungan Jalan Rakha RT 01 Desa Pamintangan, Kecamatan Amuntai Utara pada pukul 18.30 wita, Kamis (7/1/2021).

“Dari keterangan pelaku bahwa benar melakukan tindak pidana tersebut. Kemudian pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres HSU guna proses penyedikan lebih lanjut,” kata Andi Patinasarani.

BACA JUGA  Alasan Bupati Noormiliyani Fokus Bangun Desa

Pelaku disangkakan tindak pidana penganiayaan; dan membawa, memiliki, atau menyimpan senjata tajam tanpa memiliki surat ijin yang sah sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 351 Ayat (1) KUHPidana dan atau Pasal 2 Ayat (1) Undang – undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Alasan Kapolres HSU Datang ke Lapas Amuntai

Read Next

Petani di Sungai Pandan Kepergok Bawa Sabu-sabu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *