Miris, Anak di Kuripan Ini Penderita Celebral Palsy

Wabup Rahmadian Noor menjenguk Munawarah, penderita celebral palsy, Rabu (6/1/2021).

Senyum Munawarah merekah. Bocah perempuan usia 12 tahun ini penderita kelumpuhan otak (Celebral Palsy). Rumahnya di Desa Tabatan RT 02, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala.

Ia bahagia ketika tahu dirinya mendapat kunjungan Wakil Bupati Barito Kuala (Batola) H Rahmadian Noor, Rabu (6/01/2021). Kedatangan Wabup didampingi Dandim 1005 Marabahan Letkol Arm Ari Priyudono SSos MTr (Han), beberapa pimpinan SKPD, dan perwakilan dari Dinas Kesehatan Barito Kuala.

Camat Kuripan Hamdi, Kades, dan pihak puskesmas turut menyambut kehadiran Rahmadian Noor. Di kesempatan kunjungan ini, wabup menyerahkan bantuan sebesar Rp 10 juta ditambah bantuan dari Dinas Kesehatan serta paket sembako dari Dandim.

“Kunjungan kami ini untuk mengetahui kondisi anak, sekaligus memberikan bantuan keperluannya sehari-hari. Nantinya kita minta dokter spesialis anak meninjau langsung dan diupayakan penanganan selanjutnya,” papar Rahmadian Noor, Rabu (6/1/2021).

Anak dari pasangan M Arbain dan Kana itu mengidap kelumpuhan sejak berusia sembilan bulan. Mengingat saat itu Munawarah sudah tak mampu menggerakkan anggota badan seperti normalnya.

“Gejala awalnya demam tinggi yang mengarah ke Meningitis, yaitu infeksi pada selaput otak yang mengakibatkan komplikasi dan berakibat Celebral Palsy,” papar Aprija Nazzai, dokter Puskesmas Kuripan.

Aprija menjelaskan, infeksi selaput otak jarang adanya, namun jika terjadi dapat bersifat fatal. Apalagi jika terlambat ditangani.

Ayah Munawarah, Arbain menerangkan, anaknya sempat diberi perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin. Namun keadaannya tidak signifikan membaik.

Hingga kini, Mona– panggilan Munawarah– masih tergeletak di kasur tipis beralas sarung di rumahnya. Kendati untuk berinteraksi dengan bahasa isyarat masih cukup baik, seperti mengangguk dan tersenyum.

Kedatangan Wabup Rahmadi bersama rombongan turut prihatin dan memberikan bantuan tahap awal. Ke depannya melalui kades setempat, diarahkan untuk pengajuan ke Yayasan Peduli Batola yang dibina Bupati Hj Noormiliyani guna mendapat tindaklanjut pengobatan.

BACA JUGA  Debat Pilgub Kalsel dan Korupsi Tambang

Tawaran yang disampaikan wabup tentu mendapat respon positif dari ayah Mona, Arbain. Terlebih lelaki yang sehari-hari hanya bekerja di perkebunan sawit itu tergolong miskin. Arbain tidak bisa berbuat banyak untuk pengobatan anaknya.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Ketua Bawaslu Kotabaru Diadukan ke DKPP atas Dugaan Info Hoax

Read Next

IPM Pontianak Tertinggi se-Kalbar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *